Breaking News
    Tidak Ada Level Aman Minum Alkohol untuk Jaga Kesehatan Otak     Labour Partai Akan Suarakan Deklarasi Genosida Israel di Gaza     Ubah Pola Pikir, Ubah Nasib: Kunci Menuju Kehidupan Lebih Baik     Mensesneg Prasetyo Cari Solusi Setelah Kartu Identitas Wartawan Dicabut    

AfD Ajukan Eilantrag ke Mahkamah Konstitusi Jerman

Beberapa anggota dari partai Alternatif untuk Jerman (AfD) telah mengajukan eilantrag atau permohonan mendesak kepada Mahkamah Konstitusi Jerman. Eilantrag ini diajukan menjelang dua sesi khusus yang akan membahas dan mengambil suara mengenai perubahan konstitusi yang disepakati antara partai Uni dan SPD. Perubahan ini terkait dengan program pembiayaan senilai miliaran euro.

Dua sesi khusus tersebut direncanakan sebelum pelantikan Bundestag yang baru pada tanggal 25 Maret. Dalam situasi ini, diperlukan suara lebih dari dua pertiga untuk menyetujui perubahan tersebut. Setelah Bundestag yang baru terbentuk, mendapatkan suara dari AfD atau Partai Kiri akan menjadi sangat penting untuk mencapai mayoritas yang diperlukan.

Seorang juru bicara pengadilan mengonfirmasi bahwa lima anggota AfD telah mengajukan eilantrag secara bersama-sama. Dari lima anggota tersebut, tiga sudah menjadi bagian dari Bundestag yang lama, sedangkan dua lainnya baru akan bergabung di Bundestag yang baru. Juga diperkirakan akan ada setidaknya satu eilantrag tambahan dari AfD. Selain itu, terdapat juga pengaduan konstitusi yang sedang diproses.

Meskipun demikian, juru bicara tersebut tidak dapat memberikan informasi mengenai kapan keputusan akan diambil. Sementara itu, hingga sesi pertama Bundestag yang baru, Bundestag yang lama masih dianggap berfungsi. Namun, AfD meragukan legitimasi dari Bundestag yang lama untuk mengambil keputusan penting, mengingat pemilih di parlemen baru telah memberikan suara untuk mayoritas yang berbeda.

Kondisi ini menunjukkan ketegangan politik yang sedang berlangsung di Jerman menjelang pembentukan Bundestag yang baru, di mana hasil pemilihan bisa memengaruhi keputusan penting bagi masa depan negara.

library_books Tagesschau