Data terbaru menunjukkan bahwa generasi milenial, yang sering dikritik karena pengeluaran tinggi untuk barang-barang seperti iPhone dan makanan seperti roti alpukat, ternyata memiliki kebiasaan finansial yang lebih baik dari yang diperkirakan. Menurut data dari platform investasi Wealthfront, milenial telah mengumpulkan kekayaan lebih cepat dibandingkan generasi sebelumnya sejak awal pandemi COVID-19 lima tahun lalu.
Dalam lima tahun terakhir, kekayaan milenial di Wealthfront meningkat sebesar 137%. Sebagai perbandingan, generasi X yang berinvestasi hanya mengalami pertumbuhan kekayaan sebesar 76%, sementara baby boomer hanya tumbuh sebesar 40%. Pada Januari 2020, rata-rata klien milenial di Wealthfront memiliki tabungan dan investasi sekitar $45,600. Saat ini, angka tersebut telah meningkat menjadi $108,130.
Wealthfront juga mencatat bahwa jumlah miliuner milenial di platform tersebut meningkat sebesar 144%. Di sisi lain, jumlah miliuner generasi X hanya tumbuh sebesar 31%.
David Fortunato, CEO Wealthfront, menjelaskan, "Faktor terbesar yang berkontribusi pada kesuksesan finansial milenial adalah cara mereka berinvestasi. Milenial lebih banyak memegang saham dibandingkan generasi sebelumnya pada usia yang sama. Ini menyebabkan akumulasi kekayaan yang lebih cepat, karena milenial berinvestasi dengan strategi yang memberikan pengembalian yang lebih tinggi dengan risiko yang disesuaikan. Sebagian besar milenial tidak tertarik untuk mengambil risiko besar dengan uang keras mereka, dan lebih memilih pendekatan investasi pasif untuk menghasilkan kekayaan dalam jangka panjang."
Dengan pertumbuhan yang signifikan ini, terlihat bahwa generasi milenial tidak hanya mampu bertahan di tengah tantangan ekonomi, tetapi juga berhasil membangun kekayaan yang lebih besar daripada yang diperkirakan banyak orang.
milenial kekayaan investasi Wealthfront generasi