New York – Rose Girone, seorang penyintas Holocaust yang dikenal sebagai orang tertua yang masih hidup, telah meninggal dunia pada usia 113 tahun. Girone dikenal karena kecintaannya pada seni merajut, yang sudah ia tekuni sejak kecil.
Ketika masih anak-anak, Girone belajar merajut dari bibinya di Hamburg. Kecintaannya pada merajut terus bertahan sepanjang hidupnya. Di usianya yang sudah sangat lanjut, ia masih menerima bola wol merah sebagai hadiah, menandakan betapa dalamnya cintanya pada hobi ini.
Di New York, kelas merajut yang diajarkannya menjadi salah satu yang paling diminati. Girone dikenal sebagai pengajar yang baik dan sabar. Ia sering menyarankan para pemula untuk keluar jika mereka merasa gugup melihat hasil karya mereka yang harus dibongkar. Hal ini menunjukkan bahwa ia memahami betul perjuangan yang dialami oleh para muridnya.
Selama hidupnya, Girone tidak hanya dikenal sebagai penyintas Holocaust, tetapi juga sebagai inspirasi bagi banyak orang. Ia telah melalui banyak kesulitan dalam hidup, tetapi tetap optimis dan berbagi kecintaannya pada merajut dengan orang lain.
Kehilangan Rose Girone adalah duka mendalam bagi komunitasnya. Ia akan dikenang bukan hanya sebagai penyintas, tetapi juga sebagai sosok yang membawa kebahagiaan melalui seni merajut. Semoga kisah hidupnya menjadi inspirasi bagi generasi mendatang.
Foto: Reha Bennicasa via Selfhelp Community Services
Rose Girone penyintas Holocaust New York knitting meninggal dunia