Presiden Prancis, Emmanuel Macron, mengumumkan rencananya untuk mendiskusikan perlindungan nuklir bagi Eropa dengan para sekutu Eropa. Dalam sebuah pidato di televisi, Macron menyatakan bahwa Rusia merupakan "ancaman bagi Prancis dan Eropa", sehingga ia telah membuka "debat strategis tentang perlindungan sekutu-sekutu kita di benua Eropa melalui kemampuan penangkalan kita".
Macron menegaskan bahwa penggunaan senjata nuklir Prancis akan tetap berada di bawah kendalinya. Prancis merupakan satu-satunya negara dengan senjata nuklir di Uni Eropa. Rencana untuk menciptakan perlindungan nuklir Prancis untuk Eropa dijadwalkan akan dibahas pada KTT khusus para pemimpin Uni Eropa di Brussel.
Usulan Macron untuk melibatkan negara-negara mitra dalam penangkalan nuklir Prancis bukanlah hal baru. Mengingat perang Rusia melawan Ukraina dan perubahan kebijakan pertahanan AS di bawah Presiden Donald Trump, ide ini mendapatkan perhatian yang lebih besar. Sudah sejak tahun 2020, Macron mengusulkan dalam sebuah pidato penting untuk memperluas perlindungan nuklir Prancis ke negara-negara mitra Eropa. Ia menyatakan, "Mari kita jelas bahwa kepentingan vital Prancis kini memiliki dimensi Eropa. Dalam konteks ini, saya berharap akan ada dialog strategis dengan mitra Eropa kita yang bersedia mengenai peran penangkalan nuklir Prancis dalam keamanan kolektif kita."
Menurut informasi dari Federation of American Scientists, Prancis memiliki sekitar 300 hulu ledak nuklir, sementara Amerika Serikat memiliki lebih dari 5.000. Selain Prancis, hanya Inggris yang juga memiliki senjata nuklir di Eropa.
Prancis Macron nuklir Eropa Rusia