Kairo, Mesir – Negara-negara Arab telah menyepakati rencana untuk membangun kembali Jalur Gaza tanpa memindahkan penduduk yang ada di sana. Proyek tersebut diperkirakan akan memakan waktu lima tahun dan membutuhkan biaya sekitar USD53 miliar, atau setara dengan Rp870 triliun.
Kesepakatan ini dihasilkan dalam pertemuan luar biasa Liga Arab yang diadakan di Mesir pekan ini. Dalam pertemuan tersebut, proposal yang diajukan oleh Mesir mendapatkan dukungan dari Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
Presiden Mesir, Abdel Fattah el-Sisi, mengumumkan, "Proposal ini disepakati," saat menutup pertemuan tersebut, seperti dilansir dari DW pada Rabu (5 Maret 2025).
Rencana ini hadir di tengah penolakan negara-negara Arab terhadap usulan Amerika Serikat (AS), yang ingin mengambil alih Gaza. AS mengusulkan agar warga Palestina di wilayah tersebut dipindahkan secara permanen. Namun, negara-negara Arab menolak ide tersebut dan lebih memilih untuk bekerja sama dalam pembangunan kembali Jalur Gaza tanpa memindahkan penduduknya.
Rekonstruksi Jalur Gaza diharapkan dapat membantu memulihkan kehidupan masyarakat yang telah terdampak oleh konflik yang berkepanjangan. Rencana ini juga menunjukkan solidaritas negara-negara Arab dalam mendukung Palestina. Dengan adanya dukungan dari PBB, diharapkan proyek ini dapat berjalan dengan lancar dan memberikan manfaat bagi rakyat Gaza.
Arab Gaza rekonstruksi Mesir PBB