Startup asal Amerika Serikat, Collosal, sedang berusaha mewujudkan impian untuk menghidupkan kembali mammut yang telah punah. Dalam sebuah studi yang belum ditinjau oleh para peneliti independen, mereka melaporkan berhasil melahirkan tikus yang telah dimodifikasi secara genetik.
Untuk mencapai ini, tim peneliti harus memahami gen mana dalam DNA mammut yang berhubungan dengan pertumbuhan rambut dan kemampuan beradaptasi di suhu dingin. Mereka berhasil mengidentifikasi bagian-bagian gen tersebut dan memasukkannya ke dalam sel telur yang dibuahi atau sel punca embrionik tikus melalui beberapa metode rekayasa genetik.
Dalam penelitian ini, tim melakukan modifikasi pada hingga tujuh gen sekaligus dalam tikus. Para peneliti menyesuaikan gen-gen tersebut agar mirip dengan yang terdapat pada mammut. Mereka fokus pada bagian-bagian dari gen tikus yang berhubungan dengan pembentukan rambut dan mengubah area yang mempengaruhi ketebalan serta panjang rambut.
Collosal juga telah mengumumkan rencana untuk melakukan eksperimen lebih lanjut guna mentransfer sifat-sifat baru dari mammut yang telah punah ke dalam tikus. Meskipun ada kemajuan yang signifikan, teknik ini masih menghadapi batasan, dan jalan menuju rekonstruksi penuh mammut masih panjang.
Proyek ini menarik perhatian banyak orang, terutama dalam dunia sains dan bioteknologi, karena memberikan harapan untuk menghidupkan kembali spesies yang telah lama hilang. Namun, diperlukan lebih banyak penelitian dan pengujian untuk memastikan keberhasilan dan keselamatan dari eksperimen ini.
startup Collosal tikus genetis mammut penelitian