Pada pekan lalu, pasar modal Indonesia mengalami tekanan yang signifikan dengan penurunan hampir 8% ke level 6200-an. Penurunan ini terutama dipengaruhi oleh saham perbankan, di mana saham Bank Rakyat Indonesia (BRI) mengalami penurunan hingga 7,5% dalam satu hari.
Selain itu, nilai tukar rupiah juga tertekan, mengalami penurunan hampir 2% dalam sepekan, hingga mencapai Rp 16.595 per dolar AS.
Investor saat ini menantikan langkah-langkah antisipasi dan kebijakan terbaru dari Bursa Efek Indonesia (BEI) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Rencananya, BEI dan OJK akan mengadakan pertemuan dengan para pelaku pasar pada hari Senin sore, 3 Maret.
Pertemuan ini diharapkan dapat memberikan kejelasan dan strategi baru untuk menghadapi situasi pasar yang tidak menentu ini. Investor sangat berharap agar kebijakan yang diambil dapat membantu meredakan tekanan yang dialami oleh pasar modal dan nilai tukar rupiah.
pasar modal saham BRI rupiah OJK