Dalam suasana duka yang mendalam, pemakaman Shiri Bibas dan kedua anaknya berlangsung dengan penuh emosi. Di tengah kerumunan, Ofri Bibas Levy, saudara ipar Shiri, menyampaikan rasa kesedihan dan kemarahan yang mendalam atas kematian mereka. Ia menuduh pemerintah Israel lebih mengutamakan balas dendam daripada usaha menyelamatkan keluarga mereka.
Levy mengungkapkan, "Selama enam belas bulan, saya selalu berbicara tentang kalian di mana-mana. Rasanya selalu sakit dan semakin memperdalam kerinduan, tetapi berbicara tentang kalian juga membuat kalian tetap ada, hidup. Bagaimana mungkin kalian tidak ada lagi di sini?" ujar Levy, yang dilaporkan oleh media Israel, Haaretz.
Dalam pidatonya, Levy menggambarkan Shiri sebagai "pasangan yang sempurna untuk Yarden. Saya tidak bisa meminta orang yang lebih baik untuknya. Penuh kasih, sensitif, perhatian, dan menenangkan."
Levy menegaskan, "Mereka seharusnya bisa menyelamatkan kalian, tetapi lebih memilih balas dendam. Kami kalah. Citra kemenangan kami tidak akan pernah terwujud." Ini adalah kritik tajam terhadap tindakan pemerintah Israel dalam situasi tersebut.
Ia melanjutkan, "Perjuangan kami melawan musuh akan abadi, tetapi kita harus selalu mengagungkan kehidupan, cinta sesama manusia, menghormati yang telah tiada, dan tidak pernah meninggalkan siapapun. Jika tidak, kita akan kehilangan siapa diri kita."
Pernyataan Levy menggambarkan betapa dalamnya rasa kehilangan dan betapa pentingnya menghargai kehidupan di tengah konflik yang berkepanjangan. Pemakaman ini menjadi momen refleksi bagi banyak orang tentang nilai-nilai kemanusiaan dan pentingnya menjaga solidaritas di tengah kesedihan.
Shiri Bibas pemakaman kemarahan pemerintah Israel anak-anak