Breaking News
    Tidak Ada Level Aman Minum Alkohol untuk Jaga Kesehatan Otak     Labour Partai Akan Suarakan Deklarasi Genosida Israel di Gaza     Ubah Pola Pikir, Ubah Nasib: Kunci Menuju Kehidupan Lebih Baik     Mensesneg Prasetyo Cari Solusi Setelah Kartu Identitas Wartawan Dicabut    

Penggemar Sepak Bola Dukung Palestina dengan Kartu Merah untuk Israel

Penggemar sepak bola di seluruh dunia melakukan aksi protes dengan mengibarkan spanduk bertuliskan "Tunjukkan Kartu Merah untuk Israel" dan mengangkat kartu merah di pertandingan. Aksi ini bertujuan untuk menyatakan solidaritas kepada rakyat Palestina dan meminta agar Israel dihentikan partisipasinya dalam pertandingan internasional.

Protes ini dimulai pada pertandingan Liga Champions antara Celtic FC dan Bayern Munich pada 12 Februari. Aksi ini kemudian menginspirasi demonstrasi serupa di berbagai negara seperti Italia, Spanyol, Prancis, Yunani, Irlandia, Turki, dan Malaysia.

Sebuah selebaran merah yang dibagikan oleh kelompok ultras Celtic, Green Brigades, menyerukan kepada para penggemar untuk "Menunjukkan Kartu Merah kepada 'Israel' di awal babak kedua untuk mengirimkan pesan langsung kepada UEFA (Uni Sepak Bola Eropa) dan FIFA (Federasi Sepak Bola Internasional) agar menerapkan aturan mereka dan menghentikan 'Israel' dari kompetisi."

Mereka menambahkan, "Dengan melakukan ini, Anda tidak hanya melakukan hal yang benar tetapi juga bergabung dengan penggemar sepak bola yang memiliki kesadaran dan keberanian di seluruh dunia yang akan mengadopsi pesan yang sama."

Aksi untuk melarang Israel dari partisipasi dalam kompetisi olahraga internasional bukanlah hal baru. Pada bulan Desember 2024, setelah kampanye boikot global yang dipimpin oleh BDS (Boycott, Divestment and Sanctions), Puma mengumumkan bahwa mereka menghentikan kampanye sponsor mereka dengan Asosiasi Sepak Bola Israel (IFA).

Pada bulan Mei, PFA (Asosiasi Pemain Sepak Bola) juga meminta FIFA untuk menangguhkan IFA karena tindakan Israel yang dianggap melanggar hukum internasional dan diskriminasi terhadap pemain Arab. Meskipun FIFA memutuskan untuk tidak menangguhkan Israel dari liga sepak bola internasional, mereka meminta penyelidikan disipliner untuk memeriksa tuduhan diskriminasi tersebut.

Pada bulan Oktober 2023, dalam sebuah pertandingan Liga Champions UEFA melawan Atletico Madrid, anggota kelompok tersebut mengibarkan bendera Palestina meskipun klub meminta mereka untuk tidak melakukannya.

Aksi-aksi ini menunjukkan bagaimana dunia sepak bola menjadi panggung untuk menyampaikan pesan tentang isu-isu sosial dan politik yang lebih besar.

library_books Middleeasteye