Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menyatakan pada Jumat (21/2) bahwa sudah saatnya Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy dan Presiden Rusia Vladimir Putin untuk duduk bersama dan melakukan perundingan. Menurut Trump, situasi saat ini sangat mendesak karena ribuan tentara terbunuh setiap minggunya akibat konflik yang berlangsung.
Trump mengungkapkan keprihatinannya dengan mengatakan, "Ribuan tentara terbunuh setiap minggu, ribuan tentara setiap minggu. Saat kita berbicara, mereka terbunuh. Itulah sebabnya saya ingin melihat gencatan senjata. Dan saya ingin menyelesaikan kesepakatan." Pernyataan ini menunjukkan bahwa Trump sangat mendukung upaya untuk menghentikan pertikaian yang telah berlangsung lama antara Ukraina dan Rusia.
Dalam kesempatan tersebut, Trump juga ditanya oleh seorang wartawan mengenai usulan perjanjian yang bisa membuat Amerika Serikat menerima sebagian hak mineral di Ukraina. Hal ini sebagai imbalan atas dukungan militer yang berkelanjutan dari AS kepada Ukraina. Trump menjawab, "Saya pikir kami sudah cukup dekat," yang menunjukkan harapannya untuk menemukan jalan keluar dari konflik.
Konflik antara Ukraina dan Rusia telah berlangsung sejak 2014, yang dimulai setelah Rusia mencaplok Crimea. Sejak saat itu, banyak sekali pertikaian dan pertempuran terjadi, yang menyebabkan banyak korban jiwa dan kerugian besar bagi kedua negara.
Upaya untuk mencapai gencatan senjata dan perundingan damai menjadi semakin penting, terutama setelah banyaknya laporan tentang korban yang terus bertambah. Trump berharap bahwa dengan adanya perundingan, perdamaian dapat segera terwujud dan mengakhiri penderitaan banyak orang yang terjebak dalam konflik ini.
Sebagai negara yang memiliki pengaruh besar di dunia, pernyataan Trump ini diharapkan dapat mendorong kedua pemimpin untuk segera bertindak demi keselamatan dan kesejahteraan rakyat mereka. Perundingan damai bisa menjadi langkah awal untuk menciptakan stabilitas di kawasan tersebut.
Donald Trump Ukraina Rusia perundingan gencatan senjata