Peneliti di Purdue Applied Research Institute telah mencapai terobosan penting dalam pencetakan 3D komponen keramik gelap untuk pesawat hipersonik. Komponen khusus ini mampu bertahan dalam kondisi ekstrem saat terbang dengan kecepatan lebih dari Mach 5, yaitu lima kali kecepatan suara.
Inovasi ini terletak pada teknik pemrosesan cahaya digital yang unik, di mana cahaya ultraviolet mengeraskan lapisan serbuk keramik dan resin untuk menciptakan bentuk rumit dengan presisi tingkat mikron. Dengan cara ini, mereka dapat memproduksi geometri yang kompleks yang sangat penting untuk penerbangan hipersonik, termasuk kerucut tajam dan setengah bola.
Kembangkan teknologi ini bergabung dengan kemajuan signifikan lainnya di bidang ini, dengan perusahaan seperti Hermeus yang berupaya menciptakan rangka pesawat hipersonik pertama yang sepenuhnya dicetak 3D. Menggunakan paduan berbasis nikel dan titanium, pesawat ini dirancang untuk mencapai kecepatan 3.800 mph atau sekitar Mach 5.
Teknologi ini menunjukkan perubahan penting dalam manufaktur aerospace, karena metode tradisional tidak dapat memenuhi spesifikasi rumit yang diperlukan untuk kendaraan hipersonik yang canggih. Komponen ini harus mampu menahan beban panas yang ekstrem, kekuatan aerodinamis, dan tekanan yang jauh lebih parah dibandingkan dengan pesawat biasa.
pencetakan 3D pesawat hipersonik keramik Purdue teknologi