Sebuah studi yang dilakukan oleh Harvard Business Review mengungkapkan bahwa sekitar 28% karyawan baru merupakan "boomerang hires". Istilah ini merujuk pada karyawan yang telah mengundurkan diri dalam waktu tiga tahun terakhir, tetapi kemudian kembali bekerja di perusahaan yang sama.
Fenomena ini menunjukkan bahwa banyak orang yang meninggalkan pekerjaan mereka karena tawaran yang terlalu bagus untuk ditolak atau karena alasan pribadi yang membuat mereka harus menjauh dari pekerjaan untuk sementara waktu. Menurut seorang manajer perekrutan, "Orang sering meninggalkan pekerjaan karena ada kesempatan yang sangat baik, atau mereka sedang berada dalam fase kehidupan yang membuat mereka perlu menjauh dari pekerjaan. Namun, setelah beberapa waktu, mereka bisa merasa rindu dengan budaya perusahaan yang telah mereka tinggalkan dan menyadari bahwa mungkin kondisi di tempat lain tidak sebaik yang mereka bayangkan."
Kembalinya karyawan yang pernah pergi ini bisa memberikan manfaat besar bagi perusahaan. Mereka sudah mengenal budaya dan proses kerja di perusahaan tersebut, sehingga tidak memerlukan waktu lama untuk beradaptasi kembali. Selain itu, pengalaman yang mereka dapatkan selama berada di luar perusahaan bisa membawa perspektif baru yang bisa meningkatkan kinerja tim.
Dengan semakin banyaknya perusahaan yang menerima karyawan boomerang, penting bagi organisasi untuk menciptakan lingkungan kerja yang positif dan mendukung, agar karyawan merasa nyaman untuk kembali jika mereka memutuskan untuk pergi. Hal ini juga menunjukkan bahwa perusahaan menghargai karyawan mereka, bahkan setelah mereka pergi.
Fenomena boomerang ini bukan hanya sekedar tren, tetapi juga mencerminkan perubahan dalam cara kita memandang karir. Saat ini, banyak orang yang tidak lagi melihat satu pekerjaan sebagai tempat kerja seumur hidup. Mereka lebih terbuka untuk menjelajahi berbagai kesempatan, dan jika mereka merasa tidak puas dengan pilihan mereka, kembalinya ke tempat yang mereka kenal bisa menjadi pilihan yang tepat.
Dengan demikian, perusahaan harus siap untuk menyambut kembali karyawan yang ingin kembali, dan memanfaatkan pengalaman yang mereka bawa. Ini bisa menjadi langkah strategis dalam mempertahankan talenta dan menciptakan tim yang lebih kuat.
karyawan boomerang tempat kerja studi Harvard Business Review