Sebuah film dokumenter yang diproduksi oleh BBC berjudul "Gaza: How to Survive a Warzone" kini tengah menjadi sorotan di Inggris. Film ini menceritakan tentang kehidupan anak-anak di Gaza dan dinarasikan oleh seorang anak berusia 13 tahun bernama Abdullah. Namun, kontroversi muncul setelah terungkap bahwa Abdullah adalah anak dari Dr. Ayman Alyazouri, seorang wakil menteri dalam pemerintahan Hamas di Gaza.
Kritik terhadap dokumenter ini semakin meningkat ketika banyak media Inggris menyebut Dr. Ayman Alyazouri sebagai "pemimpin teroris" dan "anggota senior Hamas". Peneliti David Collier pertama kali melaporkan hubungan ini dan mengklaim bahwa Dr. Ayman memiliki hubungan keluarga dengan Dr. Ibrahim Alyazouri, seorang pemimpin Hamas terkemuka yang sudah meninggal dan terlibat dalam pembentukan kelompok tersebut.
Meskipun demikian, Middle East Eye menemukan bahwa Ayman Alyazouri lebih dikenal sebagai seorang teknokrat dengan latar belakang ilmiah, bukan politik. Di Inggris, Hamas memang terdaftar sebagai organisasi teroris, namun belum ada bukti yang menunjukkan bahwa Abdullah, si narator, terlibat dalam kelompok tersebut atau bahwa narasinya dipengaruhi oleh ayahnya.
Abdullah mengungkapkan bahwa ia ingin menjadi bagian dari dokumenter BBC tersebut untuk menjelaskan penderitaan yang dialami oleh orang-orang di Gaza dengan bahasa yang bisa dimengerti dunia, yaitu bahasa Inggris. Meskipun ada banyak kritik, penting untuk dicatat bahwa di Inggris, tidak ilegal bagi jurnalis untuk mewawancarai anggota kelompok yang terdaftar sebagai teroris.
Kontroversi ini menunjukkan betapa rumitnya situasi di Gaza dan bagaimana pandangan terhadap konflik ini dapat berbeda-beda, tergantung dari sudut pandang masing-masing. BBC kini berada di bawah tekanan untuk mempertimbangkan kembali penyiaran dokumenter ini, mengingat sensitivitas topik yang diangkat dan hubungan narator dengan pemimpin Hamas.
Palestina Gaza BBC Dokumenter Kontroversi