Yerusalem Timur, 21 Februari 2025 – Seorang wanita mengalami luka parah setelah diserang dengan kapak di dalam rumahnya pada hari Rabu. Menurut laporan jurnalis Israel, Yossi Eli, polisi mencurigai bahwa serangan ini didorong oleh kebencian terhadap umat Kristen.
Korban, seorang wanita Yahudi, segera dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis. Sementara itu, pelaku yang juga seorang Yahudi diduga salah mengira korban sebagai seorang Kristen. Insiden ini terjadi di tengah meningkatnya sentimen anti-Kristen di kota tersebut.
Para pemimpin Kristen di Yerusalem telah menyerukan kepada pemerintah Israel untuk campur tangan dan menghentikan pihak berwenang setempat dari perebutan properti milik Patriarkat Armenia. Mereka mengkhawatirkan bahwa tindakan ini dapat mengancam keberadaan institusi Kristen yang telah ada selama berabad-abad di Tanah Suci.
Kelompok-kelompok tersebut menuduh Israel sedang merusak warisan budaya dan agama komunitas non-Yahudi. Mereka meminta agar pemerintah Israel melindungi hak-hak komunitas Kristen yang ada di wilayah tersebut.
Insiden ini menjadi perhatian serius di kalangan masyarakat, dan menimbulkan kekhawatiran akan keselamatan umat Kristen di Yerusalem Timur. Dengan terus meningkatnya ketegangan, diharapkan pemerintah dapat segera mengambil langkah untuk mencegah kejadian serupa di masa depan.
Yerusalem Timur serangan wanita kebencian Kristen