David Kessler, seorang ahli berduka yang telah membantu individu, organisasi, dan komunitas selama puluhan tahun, kini menghadapi masa yang sangat sulit. Ia mengungkapkan bahwa saat ini banyak orang mengalami kehilangan besar dalam waktu yang sangat singkat. Kessler mengatakan, "Saya tidak pernah melihat aliran kehilangan yang begitu banyak dan cepat seperti sekarang."
Tragedi yang terjadi di Amerika Serikat sangat mengejutkan. Pada Hari Tahun Baru, sebuah truk menabrak kerumunan di New Orleans, menewaskan 14 orang. Seminggu kemudian, kebakaran hutan terjadi di California Selatan, merenggut lebih dari dua puluh nyawa dan menghancurkan ribuan rumah. Tiga minggu setelah itu, kecelakaan pesawat penumpang dan helikopter militer di Washington D.C. menewaskan 67 orang, menjadi kecelakaan penerbangan paling mematikan dalam lebih dari 15 tahun. Belum lagi dua kecelakaan pesawat lainnya, satu di Philadelphia dan satu di Alaska, yang merenggut 17 nyawa.
Situasi ini terjadi di tengah kondisi negara yang masih lelah akibat pandemi, pemilihan yang intens, dan ketidakpastian tentang masa depan. Kessler berpendapat, "Kita kelelahan dan hampir tidak punya waktu sebagai sebuah bangsa untuk berduka atas satu tragedi sebelum kita dihantam oleh tragedi lainnya."
Meskipun ada banyak pengalaman dan panduan dalam menghadapi kehilangan, termasuk retreat, buku, podcast, dan kelompok dukungan, Kessler menyatakan bahwa kita masih belum mahir dalam menangani berduka. "Kita mungkin semakin buruk dalam menghadapinya," tambahnya.
Claire Bidwell Smith, seorang penulis dan terapis berduka, memberikan beberapa penjelasan mengenai hal ini. Salah satunya adalah cuti berduka yang sering kali hanya diberikan selama tiga hari untuk anggota keluarga terdekat. Menurutnya, pesan yang tersirat adalah kita harus cepat move on, dan berduka tidak boleh berlangsung lama.
Selain itu, banyak orang juga semakin menjauh dari ritual dan tradisi berbasis agama yang dapat memberikan struktur saat kita merasa hampa.
Pertanyaan yang muncul dari situasi ini adalah: Haruskah orang-orang berduka untuk mereka yang tidak mereka kenal atau untuk hal-hal yang tidak mereka kehilangan? Apakah ada kewajiban moral bagi orang-orang di Ohio atau Iowa, yang tidak memiliki koneksi dengan Los Angeles atau angkatan bersenjata, untuk mendukung mereka yang sedang berduka? Jika iya, bagaimana cara mereka melakukannya?
Krisis kehilangan yang sedang berlangsung ini menantang kita untuk lebih peka dan peduli terhadap sesama, terutama di masa-masa sulit seperti sekarang.
David Kessler kehilangan tragedi berduka Amerika