Breaking News
    Tidak Ada Level Aman Minum Alkohol untuk Jaga Kesehatan Otak     Labour Partai Akan Suarakan Deklarasi Genosida Israel di Gaza     Ubah Pola Pikir, Ubah Nasib: Kunci Menuju Kehidupan Lebih Baik     Mensesneg Prasetyo Cari Solusi Setelah Kartu Identitas Wartawan Dicabut    

Luhut Binsar Pandjaitan Soroti Masalah Sistem Perpajakan Indonesia

Jakarta - Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan menekankan pentingnya perhatian terhadap sistem perpajakan di Indonesia, terutama sistem Coretax yang telah dikembangkan selama bertahun-tahun. Meskipun telah diimplementasikan, sistem ini masih menghadapi berbagai kendala.

Luhut menjelaskan bahwa rasio pajak di Indonesia saat ini masih terbilang rendah, hanya sekitar 10 persen. Hal ini menjadi perhatian serius karena dapat mempengaruhi penerimaan negara dan pembangunan ekonomi.

"Persoalan rendahnya rasio pajak ini harus menjadi sorotan. Kita perlu mencari solusi agar sistem perpajakan kita lebih baik," ungkap Luhut dalam sebuah pernyataan. Dia menekankan bahwa upaya untuk meningkatkan penerimaan pajak sangat penting bagi kemajuan negara.

Untuk mengatasi masalah ini, Direktorat Jenderal Pajak (DJP) dan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) telah menyepakati untuk menjalankan sistem Coretax secara paralel dengan sistem perpajakan yang lama. Ini bertujuan untuk memudahkan transisi dan mengidentifikasi masalah yang ada dalam penerapan sistem baru.

Sistem Coretax diharapkan dapat meningkatkan efisiensi dan efektivitas administrasi perpajakan. Namun, jika tidak diatasi dengan baik, kendala yang ada bisa berpengaruh negatif terhadap tujuan tersebut.

Dengan adanya perhatian dari berbagai pihak, diharapkan sistem perpajakan di Indonesia dapat diperbaiki dan rasio pajak dapat meningkat, sehingga negara dapat memenuhi kebutuhan pembangunan yang semakin kompleks.

Melalui langkah-langkah ini, diharapkan Indonesia dapat meningkatkan pendapatan pajaknya dan mendukung pembangunan nasional yang berkelanjutan.

library_books Antaranewscom