Breaking News
    Tidak Ada Level Aman Minum Alkohol untuk Jaga Kesehatan Otak     Labour Partai Akan Suarakan Deklarasi Genosida Israel di Gaza     Ubah Pola Pikir, Ubah Nasib: Kunci Menuju Kehidupan Lebih Baik     Mensesneg Prasetyo Cari Solusi Setelah Kartu Identitas Wartawan Dicabut    

Harga Minyak Sawit Mentah Turun, Ekspor Melemah Jadi Penyebab

Harga minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO) mengalami penurunan pada hari Selasa, 18 Februari 2025. Penurunan ini terjadi setelah harga CPO menguat selama dua hari sebelumnya. Faktor utama yang mempengaruhi penurunan harga adalah adanya tanda-tanda lemahnya ekspor minyak sawit.

Berdasarkan data pasar, hingga pukul 16.37 WIB, kontrak berjangka CPO di Bursa Malaysia Derivatives tercatat turun sebesar 0,29 persen, mencapai level MYR4.526 per ton. Hal ini menunjukkan adanya perubahan yang signifikan dalam pasar minyak sawit.

Menurut informasi dari Trading Economics, hasil survei kargo menunjukkan bahwa pengiriman minyak sawit dari Malaysia mengalami penurunan yang cukup besar. Pengiriman tersebut menyusut antara 12,3 persen hingga 19,9 persen selama 15 hari pertama Februari dibandingkan dengan periode yang sama di bulan Januari. Penurunan ini menjadi perhatian bagi para pelaku pasar.

Selain itu, pelaku pasar juga memperhatikan langkah dari Solvent Extractors Association di India. Mereka mendesak pemerintah India untuk mempercepat program National Mission on Edible Oils (NMEO). Tujuan dari program ini adalah untuk meningkatkan produksi minyak nabati di dalam negeri dan mengurangi ketergantungan pada impor.

Meskipun harga minyak sawit mengalami tekanan, namun penurunan harga diperkirakan tidak akan terlalu besar. Hal ini disebabkan oleh proyeksi penurunan stok minyak sawit di bulan Februari. Penurunan ini diperkirakan terjadi akibat produksi yang melambat serta meningkatnya konsumsi menjelang bulan Ramadan.

Sementara itu, Indonesia, sebagai produsen minyak sawit terbesar di dunia, dijadwalkan akan mulai menerapkan mandat biodiesel B40 secara penuh pada bulan Maret mendatang. Penerapan ini sempat mengalami beberapa kali penundaan, namun kini siap untuk dilaksanakan.

Dengan perkembangan ini, pelaku pasar akan terus memantau situasi harga minyak sawit serta kebijakan pemerintah yang akan berdampak pada industri minyak sawit di Indonesia dan Malaysia.

library_books Idx Channel