Lebih dari 230 organisasi masyarakat sipil dari berbagai belahan dunia mengeluarkan seruan kepada pemerintah yang memproduksi jet tempur F-35 untuk segera menghentikan semua pengiriman senjata ke Israel. Seruan ini disampaikan dalam sebuah surat yang dirilis pada hari Selasa.
Dalam surat tersebut, organisasi-organisasi ini menyatakan bahwa selama 16 bulan terakhir, telah terlihat dengan jelas bahwa Israel tidak berkomitmen untuk mematuhi hukum internasional. Mereka menyambut baik gencatan senjata sementara di Gaza, tetapi memperingatkan bahwa ketidakstabilan situasi ini berisiko menyebabkan pelanggaran lebih lanjut oleh Israel. Selain itu, mereka juga menyoroti penggunaan jet tempur oleh Israel di Tepi Barat yang diduduki.
Surat tersebut menegaskan bahwa negara-negara mitra F-35 "secara individu dan kolektif telah gagal" untuk menghentikan penggunaan jet-jet tersebut dalam melakukan pelanggaran serius terhadap hukum internasional, meskipun ada bukti yang sangat kuat.
"Negara-negara ini tidak mau memenuhi kewajiban hukum internasional mereka atau mengklaim bahwa struktur program F-35 membuatnya tidak mungkin untuk menerapkan kontrol senjata kepada pengguna akhir mana pun, sehingga menjadikan seluruh program tersebut tidak sesuai dengan hukum internasional," bunyi surat tersebut.
Surat ini telah dikirimkan kepada para menteri pemerintah di negara-negara mitra F-35, termasuk Australia, Kanada, Denmark, Belanda, dan Inggris. Di negara-negara tersebut, para penandatangan telah mengambil tindakan hukum untuk berusaha menghentikan ekspor senjata ke Israel.
organisasi sipil transfer senjata F-35 Israel