Minggu lalu, Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengeluarkan perintah eksekutif yang menghentikan bantuan ke Afrika Selatan. Keputusan ini diambil karena Trump menilai sikap negara tersebut yang "agresif" terhadap Amerika.
Langkah ini menunjukkan bagaimana setelah 30 tahun memberikan kesempatan kepada Afrika Selatan, kini Amerika mulai mempertanyakan manfaat dari hubungan dengan negara yang dikenal sebagai "nasi pelangi".
Di bawah pemerintahan ANC (African National Congress), Afrika Selatan memiliki sejarah dalam menyambut bantuan dan investasi dari Amerika, sambil tetap bersahabat dengan negara-negara yang menjadi lawan Amerika. Pada masa ketika geopolitik lebih tenang, hal ini mungkin hanya dianggap sebagai masalah kecil.
Namun, dalam beberapa waktu terakhir, Washington mulai menyadari sikap negatif Afrika Selatan terhadap Israel serta hubungannya dengan negara-negara seperti China, Rusia, dan Iran. Hal ini dapat berdampak serius pada hubungan internasional dan bantuan yang diberikan oleh Amerika.
Keputusan Trump ini menandakan perubahan besar dalam kebijakan luar negeri Amerika terkait Afrika Selatan, dan bisa jadi akan memengaruhi banyak aspek, termasuk ekonomi dan diplomasi di kawasan tersebut.
Trump bantuan Afrika Selatan hubungan geopolitik