Alicia Wang, seorang editor berusia 32 tahun dari Shanghai, menemukan pacar idealnya dalam sebuah permainan. Pacar tersebut adalah Li Shen, seorang ahli bedah berusia 27 tahun yang memiliki nama panggilan dalam bahasa Inggris, Zayne. Zayne digambarkan sebagai sosok yang tinggi dan tampan, serta selalu cepat membalas pesan dan mendengarkan Alicia saat menceritakan kisah harinya.
Namun, ada satu hal yang perlu diketahui: Zayne hanyalah karakter dari sebuah permainan dan tidak ada di dunia nyata.
Alicia adalah salah satu dari sekitar enam juta pemain aktif setiap bulan dari permainan simulasi kencan yang sangat populer, Love and Deepspace. Game ini diluncurkan pada Januari 2024 dan dikembangkan oleh Paper Games, sebuah perusahaan yang berbasis di Shanghai. Permainan ini menggunakan teknologi AI dan pengenalan suara untuk membuat lima karakter pria dalam permainan—yang menjadi pasangan kencan—merespons dengan cara yang menarik dan sesuai dengan konteks pada panggilan dalam game.
Game ini tersedia dalam beberapa bahasa, termasuk bahasa Mandarin, Inggris, Jepang, dan Korea. Kepopuleran Love and Deepspace sangat mengesankan. Menurut perkiraan Forbes, Yao Runhao, pendiri perusahaan berusia 37 tahun ini, kini memiliki kekayaan senilai $1,3 miliar karena sebagian besar saham yang dimilikinya di perusahaan tersebut.
Kisah cinta yang diciptakan dalam dunia game ini menunjukkan bagaimana teknologi dapat memengaruhi cara kita berinteraksi dan membangun hubungan, meskipun hanya dalam bentuk virtual. Dengan semakin majunya teknologi, seperti AI, permainan ini bisa menjadi salah satu cara bagi orang-orang untuk merasakan pengalaman berkencan tanpa harus meninggalkan kenyataan.
Apakah kamu juga tertarik untuk mencoba permainan ini? Sungguh menarik untuk melihat bagaimana game ini memengaruhi kehidupan sosial dan emosional para pemainnya.
permainan simulasi kencan AI Love and Deepspace Shanghai