München – Bundeskanzler (Kanselir) Olaf Scholz dengan tegas menolak pernyataan US Vice President JD Vance yang mendukung partai Alternatif untuk Jerman (AfD). Scholz menegaskan bahwa ia tidak menginginkan campur tangan dalam pemilihan umum Jerman. Pernyataan ini disampaikan oleh Scholz di acara Konferensi Keamanan München (MSC).
Dalam konferensi tersebut, Scholz mengkritik AfD karena telah meremehkan kejahatan besar yang dilakukan oleh Nazisme. Ia menyebut tindakan tersebut sebagai "Vogelschiss der deutschen Geschichte" yang berarti "kotoran burung dalam sejarah Jerman". Menurutnya, pernyataan dukungan dari Vance tidak sejalan dengan komitmennya untuk tidak mengulangi kesalahan masa lalu, yang ia ungkapkan saat mengunjungi memorial kamp konsentrasi Dachau.
JD Vance sebelumnya mengkritik sekutu-sekutu Eropa dalam pidatonya di MSC, memperingatkan akan adanya ancaman terhadap demokrasi. Ia juga mengindikasikan bahwa ada ketidaksetujuan di antara negara-negara Eropa mengenai posisi mereka terhadap AfD dengan mengatakan, "Tidak ada tempat untuk dinding api."
Di sisi lain, Vance juga bertemu dengan Alice Weidel, pemimpin AfD, di sela-sela konferensi. Namun, tidak ada pertemuan antara Vance dan Scholz, yang dijelaskan oleh Kantor Kanselir sebagai masalah jadwal.
Kritik yang disampaikan oleh Scholz menunjukkan ketidakpuasan terhadap pengaruh asing dalam politik Jerman, terutama menjelang pemilihan umum yang akan datang. Ini juga menunjukkan betapa pentingnya bagi pemimpin Jerman untuk menjaga integritas dan independensi dalam proses demokrasi mereka.