Jerman - Setelah pengamatan dari Umweltbundesamt, kualitas udara di Jerman saat ini dalam kondisi buruk. Peringatan ini dikeluarkan melalui situs resmi mereka, yang menyebutkan adanya peningkatan konsentrasi ozon, nitrogen dioksida, dan partikulat halus (feinstaub) dalam dua ukuran berbeda, yaitu hingga 2,5 dan 10 mikrometer.
Khususnya di wilayah timur dan utara serta daerah perkotaan, kadar partikel halus telah meningkat selama beberapa hari terakhir. Partikel ini berasal dari emisi kendaraan dan gas buang industri, serta dari penggunaan pemanas berbahan bakar kayu dan batu bara selama musim dingin. Kualitas udara ini dipantau secara nasional, dan nilai kesehatan yang paling memprihatinkan akan menentukan indeks kualitas udara yang diperbarui setiap jam di situs Umweltbundesamt.
Kualitas udara yang buruk ini dapat menyebabkan iritasi pada saluran pernapasan, terutama bagi orang-orang yang sensitif seperti penderita asma dan anak-anak. Partikel-partikel yang sangat kecil dapat masuk ke dalam sirkulasi darah, sehingga batasan untuk ukuran partikel hingga 2,5 mikrometer lebih ketat. Rata-rata tahunan untuk ukuran ini sebaiknya berada di bawah 25 mikrogram per meter kubik. Sementara itu, untuk partikel hingga 10 mikrometer, batas harian adalah 50 mikrogram per meter kubik, dan tidak boleh terlampaui lebih dari 35 hari dalam setahun.
Namun, ada harapan karena kondisi akan membaik dalam beberapa hari ke depan. Sistem cuaca Tief "Max" diprediksi akan membawa hujan dan salju yang akan membantu mengurangi kadar partikel halus di udara. Selain itu, arah angin yang akan berubah menjadi utara juga akan mengurangi pasokan udara yang terkontaminasi, sehingga di wilayah timur, kadar partikel halus diharapkan akan kembali di bawah batas aman.
Meskipun cuaca akan menjadi lebih dingin, terutama di timur laut, udara kering yang berasal dari Skandinavia juga akan membawa sinar matahari. Ini adalah cuaca yang ideal untuk melakukan jalan-jalan musim dingin atau berlari di luar rumah.
kualitas udara Jerman feinstaub ozon kesehatan