Website Yeezy, yang sebelumnya dikenal sebagai merek milik rapper Ye, ditutup setelah menuai kecaman keras terkait penjualan kaos dengan simbol swastika. Keputusan ini diambil setelah pihak Shopify, platform e-commerce yang digunakan untuk transaksi, mengkonfirmasi bahwa Ye telah melanggar peraturan mereka.
Menurut laporan dari Variety pada hari Selasa, 11 Februari 2025, seorang juru bicara Shopify menyatakan, "Semua pedagang bertanggung jawab untuk mengikuti aturan platform kami. Pedagang ini tidak terlibat dalam praktik perdagangan yang autentik dan melanggar ketentuan kami, sehingga kami menghapus mereka dari Shopify." Pernyataan ini menunjukkan bahwa tindakan Ye tidak sesuai dengan standar yang ditetapkan oleh perusahaan.
Setelah penutupan, pengunjung yang mencoba mengakses website Yeezy akan melihat pesan kesalahan yang berbunyi, "Ada yang tidak beres. Apa yang terjadi? Toko ini tidak tersedia."
Kontroversi ini muncul setelah penjualan kaos yang dianggap menyinggung banyak orang. Simbol swastika sering diasosiasikan dengan kebencian dan diskriminasi, sehingga penjualan barang dengan simbol tersebut menyebabkan reaksi negatif dari masyarakat.
Kejadian ini menambah deretan masalah yang dihadapi oleh Ye, yang sebelumnya juga terlibat dalam berbagai kontroversi publik. Hal ini menjadi pelajaran bagi para pengusaha dan artis lainnya tentang pentingnya mempertimbangkan dampak dari produk yang mereka jual kepada masyarakat.
Untuk informasi lebih lanjut mengenai aktivitas Ye dalam seminggu terakhir, berita lebih lengkap dapat ditemukan di sumber berita terpercaya.
Yeezy Ye Kanye West Shopify kaos swastika