Menurut data terbaru, skor membaca siswa kelas delapan di Amerika Serikat mencapai tingkat terendah dalam sejarah National Assessment of Educational Progress (NAEP). Sekitar 33% siswa kelas delapan dinyatakan memiliki kemampuan membaca "di bawah dasar". Ini berarti mereka tidak dapat memenuhi standar dasar yang seharusnya dimiliki siswa pada usia tersebut.
Untuk lebih memahami, kategori "di bawah dasar" berarti siswa tidak mampu membaca teks dengan baik, sedangkan 37% siswa lainnya hanya mencapai level "dasar". Data ini menunjukkan bahwa lebih dari setengah siswa kelas delapan di Amerika Serikat tidak dapat membaca dengan baik. NAEP telah melakukan penilaian membaca sejak tahun 1992, saat itu 31% siswa berada pada level yang sama. Meskipun ada perbaikan pada tahun 2013, angka ini kini telah mencapai rekor terendah.
Seringkali, ketika skor membaca menurun, perhatian akan mengarah kepada para guru. Namun, banyak yang berpendapat bahwa perubahan zaman, khususnya dengan hadirnya smartphone, menjadi salah satu penyebabnya. Perhatian siswa semakin berkurang dan kemampuan membaca mereka juga menurun akibat penggunaan teknologi yang semakin mendominasi kehidupan sehari-hari.
"Masalahnya bukan pada guru, tetapi pada teknologi itu sendiri," ujar seorang pengamat pendidikan. Hal ini menunjukkan bahwa tantangan dalam pendidikan saat ini sangat berbeda dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya.
Bagi siswa, penting untuk memahami bahwa membaca adalah keterampilan yang sangat berharga. Dengan membaca, kita bisa mendapatkan banyak informasi dan pengetahuan yang berguna. Mari kita lebih banyak membaca dan kurang tergantung pada gadget!
NAEP skor membaca kelas delapan pendidikan teknologi