Mesir telah mengeluarkan kecaman keras terhadap pernyataan Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, yang menyebutkan bahwa negara Palestina dapat didirikan di wilayah Arab Saudi. Pernyataan tersebut disampaikan oleh Netanyahu dalam sebuah wawancara dengan Channel 14 Israel pada hari Kamis lalu.
Netanyahu mengatakan, "Orang-orang Saudi dapat menciptakan negara Palestina di Arab Saudi; mereka memiliki banyak tanah di sana." Komentar ini muncul setelah Arab Saudi menegaskan bahwa mereka hanya akan menjalin hubungan normal dengan Israel jika ada jalan yang jelas menuju pembentukan negara Palestina.
Tanpa menyebut nama Netanyahu, Kementerian Luar Negeri Mesir pada hari Sabtu mengeluarkan pernyataan yang mengecam komentar tersebut "dengan sekuatnya." Mereka menegaskan bahwa Mesir tidak akan membiarkan keamanan kerajaan Saudi dan penghormatan terhadap kedaulatannya dilanggar.
"Mesir mengecam pernyataan Israel yang tidak bertanggung jawab yang menghasut terhadap kerajaan dan menyerukan pembentukan negara Palestina di tanah Saudi," ujar Kementerian Luar Negeri Mesir dalam pernyataannya.
Pernyataan tersebut juga menekankan bahwa komentar tersebut merupakan "pelanggaran mencolok" terhadap hukum internasional dan norma-norma diplomatik.
"Pernyataan Israel merupakan pelanggaran terhadap hak-hak sah dan tidak dapat dicabut dari rakyat Palestina untuk mendirikan negara merdeka mereka," tambah kementerian tersebut.
Kecaman ini menunjukkan ketegangan yang terus berlanjut di kawasan, terutama terkait isu Palestina dan hubungan antara negara-negara Arab dengan Israel. Mesir, sebagai salah satu negara yang berperan dalam mediasi konflik Timur Tengah, menyatakan bahwa penting untuk menghormati hak-hak rakyat Palestina dan menjaga stabilitas di kawasan.
Mesir Israel Palestina Arab Saudi Netanyahu