PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS) mengumumkan bahwa mereka berhasil mencetak laba bersih sebesar Rp7 triliun sepanjang tahun 2024. Capaian ini menunjukkan pertumbuhan yang signifikan sebesar 22,83 persen dibandingkan dengan laba tahun 2023 yang hanya mencapai Rp5,7 triliun.
Laporan keuangan yang dipublikasikan di media nasional pada 6 Februari 2025 menunjukkan bahwa laba perusahaan didorong oleh pendapatan setelah distribusi hasil yang mencapai Rp18,57 triliun. Ini juga mencatatkan peningkatan sebesar 8,25 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Dalam hal fungsi intermediasi, pembiayaan Bank Syariah Indonesia mencapai Rp277,85 triliun, yang menunjukkan kenaikan 15,92 persen dari tahun lalu. Hal ini menunjukkan bahwa bank terus berperan aktif dalam memberikan pembiayaan kepada nasabah.
Bank ini juga berhasil memangkas beban operasionalnya menjadi Rp9,3 triliun, atau turun 2,82 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Penurunan beban operasional ini mendorong laba operasional bank mencapai Rp9,28 triliun, yang mengalami peningkatan sebesar 22,27 persen.
Dari segi kualitas pembiayaan, BRIS mampu mempertahankan rasio pembiayaan bermasalah, yang dikenal dengan istilah non performing financing (NPF), di angka 1,90 persen untuk NPF gross dan 0,50 persen untuk NPF netto hingga akhir tahun 2024. Ini menunjukkan bahwa bank mampu mengelola risiko dalam pembiayaannya dengan baik.
Di sisi neraca keuangan, aset Bank Syariah Indonesia meningkat 15,49 persen year-on-year, menjadi Rp408,41 triliun pada akhir tahun 2024. Ini adalah indikasi bahwa bank terus tumbuh dan memperkuat posisinya di industri perbankan Indonesia.
Dengan pencapaian ini, PT Bank Syariah Indonesia Tbk menunjukkan kinerja yang sangat baik dalam menghadapi tantangan di tahun 2024 dan siap untuk terus berkembang di masa depan.
Bank Syariah Indonesia laba bersih 2024 pertumbuhan keuangan