Breaking News
    Tidak Ada Level Aman Minum Alkohol untuk Jaga Kesehatan Otak     Labour Partai Akan Suarakan Deklarasi Genosida Israel di Gaza     Ubah Pola Pikir, Ubah Nasib: Kunci Menuju Kehidupan Lebih Baik     Mensesneg Prasetyo Cari Solusi Setelah Kartu Identitas Wartawan Dicabut    

Diskusi Publik Mengenang 36 Tahun Peristiwa Talangsari

Jakarta – Pada tanggal 9 Februari 2025, penyintas dan keluarga korban Peristiwa Talangsari akan mengadakan diskusi publik di Universitas Islam Negeri (UIN) Jakarta. Kegiatan ini merupakan bentuk peringatan 36 tahun sejak terjadinya peristiwa tersebut yang menewaskan banyak orang dan menjadi bagian penting dalam sejarah hak asasi manusia di Indonesia.

Diskusi ini diselenggarakan oleh Paguyuban Keluarga Korban Talangsari Lampung (PK2TL) bekerja sama dengan beberapa organisasi, seperti Demafsh Official, Amnesty International UIN Jakarta, Asia Justice Rights, dan Amnesty Indonesia. Kegiatan ini bertujuan untuk memperjuangkan hak-hak yang dirampas selama 36 tahun dan meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya keadilan dan hak asasi manusia.

Peristiwa Talangsari terjadi pada tahun 1989 di Lampung, di mana sejumlah warga sipil menjadi korban kekerasan yang dilakukan oleh aparat keamanan. Hingga kini, banyak penyintas yang masih berjuang untuk mendapatkan pengakuan dan keadilan atas apa yang telah mereka alami.

Dalam aksi yang berlangsung di Kejaksaan Agung dan di depan Istana Negara, para penyintas dan keluarga korban menyuarakan tuntutan mereka. "Kami ingin agar pemerintah tidak melupakan peristiwa ini dan memberikan keadilan kepada para korban," kata salah satu perwakilan PK2TL.

Diskusi publik di UIN Jakarta ini diharapkan dapat menjadi wadah untuk berbagi pengalaman, bertukar pikiran, dan membangun solidaritas di antara masyarakat. Semua pihak diundang untuk hadir dan berpartisipasi dalam acara ini yang akan dimulai pada siang hari, Jumat, 9 Februari 2025.

Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan masyarakat dapat lebih memahami sejarah dan pentingnya memperjuangkan hak asasi manusia, serta mendukung upaya para penyintas untuk mendapatkan keadilan yang seharusnya mereka terima.

library_books Kontras Update