Breaking News
    Tidak Ada Level Aman Minum Alkohol untuk Jaga Kesehatan Otak     Labour Partai Akan Suarakan Deklarasi Genosida Israel di Gaza     Ubah Pola Pikir, Ubah Nasib: Kunci Menuju Kehidupan Lebih Baik     Mensesneg Prasetyo Cari Solusi Setelah Kartu Identitas Wartawan Dicabut    

Meta Rencanakan Pembangunan Data Center AI Besar di Manhattan

CEO Meta, Mark Zuckerberg, baru-baru ini mengungkapkan rencana ambisiusnya untuk membangun sebuah data center yang sangat besar untuk kebutuhan kecerdasan buatan (AI). Ia menyatakan bahwa data center tersebut akan cukup besar untuk menutupi sebagian besar wilayah Manhattan jika ditempatkan di sana.

Pernyataan Zuckerberg ini muncul pada saat banyak perhatian sedang tertuju pada pengeluaran besar yang dilakukan oleh perusahaan-perusahaan teknologi untuk membangun infrastruktur data center. Pada minggu lalu, pasar menunjukkan reaksi tajam setelah peluncuran model AI baru oleh perusahaan asal Cina, DeepSeek, yang membuat banyak orang mempertanyakan besarnya investasi yang dikeluarkan untuk data center.

Tahun lalu, Meta bersama dengan tiga penyedia layanan cloud besar di Amerika Serikat—yaitu Alphabet, Amazon, dan Microsoft—menghabiskan total sekitar $180 miliar untuk infrastruktur data center. Pengeluaran ini menunjukkan bahwa meskipun ada indikasi bahwa model AI mungkin memerlukan lebih sedikit daya komputasi untuk dilatih, permintaan akan daya pemrosesan masih diperkirakan akan terus melebihi pasokan yang ada.

Investasi besar dalam data center ini menunjukkan bahwa perusahaan-perusahaan teknologi tetap optimis tentang masa depan AI dan kebutuhan akan penyimpanan serta pemrosesan data yang lebih besar. Meskipun ada kekhawatiran tentang perlambatan investasi di sektor data center, Zuckerberg dan Meta tetap berkomitmen untuk memperluas kapasitas mereka dan memenuhi permintaan pasar yang terus meningkat.

Dengan rencana pembangunan data center AI yang sangat besar ini, Meta berharap dapat meningkatkan kemampuan mereka dalam pengolahan data dan menyediakan layanan yang lebih baik kepada pengguna di seluruh dunia.

library_books Theeconomist