Breaking News
    Tidak Ada Level Aman Minum Alkohol untuk Jaga Kesehatan Otak     Labour Partai Akan Suarakan Deklarasi Genosida Israel di Gaza     Ubah Pola Pikir, Ubah Nasib: Kunci Menuju Kehidupan Lebih Baik     Mensesneg Prasetyo Cari Solusi Setelah Kartu Identitas Wartawan Dicabut    

Perusahaan China Kuasai 75% Kapasitas Pemurnian Nikel Indonesia

Jakarta, 6 Februari 2025 – Sebuah laporan dari lembaga nirlaba keamanan global asal Amerika Serikat, C4ADS, mengungkapkan bahwa sekitar 75 persen kapasitas pemurnian nikel di Indonesia dikuasai oleh perusahaan-perusahaan asal China. Laporan ini menimbulkan kekhawatiran mengenai kontrol rantai pasokan dan risiko lingkungan yang mungkin muncul.

Menurut laporan tersebut, kapasitas pemurnian nikel di Indonesia mencapai 8 juta metrik ton, yang dikelola oleh 33 perusahaan. Namun, hasil penelusuran menunjukkan adanya tumpang tindih kepemilikan saham, sehingga perusahaan-perusahaan China berhasil menguasai hampir tiga perempat dari total kapasitas pemurnian pada tahun 2023.

"Karena Indonesia bertujuan untuk menggunakan industri nikel untuk pertumbuhan ekonomi, pengaruh asing yang besar ini dapat membatasi kemampuan Indonesia untuk mengontrol dan membentuk industri ini untuk kepentingannya," ungkap laporan yang dirilis pada 4 Februari 2025.

Ketergantungan pada produksi nikel yang dikuasai oleh China juga berdampak pada produsen mobil di Amerika Serikat dan Eropa, terutama dalam pasar kendaraan listrik global. Nikel adalah komponen utama dalam pembuatan baterai kendaraan listrik.

Hingga saat ini, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Indonesia belum memberikan komentar resmi terkait laporan ini. Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto telah memerintahkan pembentukan satuan tugas untuk mengembangkan industri hilir mineral dengan fokus pada pembiayaan dalam negeri. Bulan lalu, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menyatakan bahwa langkah ini diambil untuk secara bertahap mengurangi persepsi bahwa pihak asing mendapatkan keuntungan yang lebih besar.

Laporan C4ADS juga mencatat bahwa dua perusahaan China, Tsingshan Holding Group dan Jiangsu Delong Nickel Industry Co Ltd, menguasai lebih dari 70 persen kapasitas pemurnian nikel di Indonesia pada tahun 2023. Kedua perusahaan ini merupakan salah satu investor awal ketika Indonesia memulai upaya untuk melakukan pengolahan bijih nikel di dalam negeri.

library_books Idx Channel