Breaking News
    Tidak Ada Level Aman Minum Alkohol untuk Jaga Kesehatan Otak     Labour Partai Akan Suarakan Deklarasi Genosida Israel di Gaza     Ubah Pola Pikir, Ubah Nasib: Kunci Menuju Kehidupan Lebih Baik     Mensesneg Prasetyo Cari Solusi Setelah Kartu Identitas Wartawan Dicabut    

Trump Usulkan Penguasaan Gazastreik oleh AS

Presiden Donald Trump Mengusulkan Penguasaan Gazastreik oleh AS

Washington, 6 Februari 2025 - Dalam pernyataan yang mengejutkan, Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengusulkan agar negara tersebut mengambil alih Gazastreik, wilayah Palestina yang hancur akibat perang. Usulan tersebut disampaikan Trump setelah pertemuan dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanjahu di Gedung Putih.

Trump menyatakan, "Amerika Serikat akan mengambil alih Gazastreik. Kami akan memilikinya." Ia menjelaskan bahwa pemerintah AS akan bertanggung jawab untuk membersihkan daerah tersebut dari semua bom yang tidak meledak dan senjata lainnya, serta meratakan wilayah tersebut sebelum membangunnya kembali.

Menurut Trump, tujuan dari proyek ini adalah untuk menciptakan "sejumlah besar lapangan kerja dan tempat tinggal bagi masyarakat di daerah tersebut." Ia bahkan menyebut Gazastreik sebagai "lubang yang menyedihkan" setelah lebih dari 15 bulan konflik antara Israel dan kelompok Hamas.

Namun, usulan ini menuai banyak kritik. Banyak warga Palestina menolak ide untuk dipindahkan dari tanah air mereka. Negara-negara tetangga seperti Yordania dan Mesir juga menolak untuk menampung warga Palestina yang tinggal di Gazastreik.

Kelompok Hamas, yang menguasai Gazastreik, menuduh Trump melakukan tindakan "rasis" dengan usulannya. Mereka merasa bahwa penguasaan tersebut akan semakin memperburuk keadaan rakyat Palestina.

Para kritikus juga mengungkapkan kekhawatiran bahwa beberapa anggota keluarga Trump mungkin memiliki kepentingan finansial pribadi di Gazastreik. Jared Kushner, menantu Trump yang pernah menjabat sebagai penasihat Timur Tengah, dianggap memiliki pengaruh yang besar dalam keputusan-keputusan terkait wilayah tersebut.

Kushner, yang memiliki latar belakang di bidang properti, sebelumnya pernah menyatakan bahwa Gazastreik adalah wilayah yang "sangat berharga". Hal ini menimbulkan kecurigaan bahwa ambisi ekonomi pribadi mungkin mempengaruhi kebijakan yang diusulkan oleh Trump.

Dengan situasi yang semakin rumit dan kontroversial, banyak pihak yang mengawasi perkembangan ini dengan cermat. Usulan tersebut tidak hanya berdampak pada hubungan internasional, tetapi juga pada kehidupan jutaan warga Palestina yang terjebak dalam konflik yang berkepanjangan.

library_books Tagesschau