Dr. Basem Naim, anggota Biro Politik Hamas, mengutuk pernyataan Presiden Amerika Serikat terkait rencana pemindahan penduduk Jalur Gaza. Dalam sebuah pernyataan yang dikeluarkan kepada Middle East Eye, Naim menyebut niat Presiden AS untuk menggusur warga Gaza adalah sebuah "kejahatan terhadap kemanusiaan" dan merupakan bentuk intervensi yang tidak seharusnya menjadi perhatian Presiden.
Naim menggarisbawahi beberapa poin penting dalam pernyataannya:
1. Kegagalan Upaya Pemindahan Warga Gaza
Selama 15 bulan terakhir, pemerintahan sebelumnya, dengan dukungan penuh dari AS, berusaha untuk menggusur warga Gaza. Namun, upaya tersebut gagal akibat ketahanan rakyat Gaza yang tetap berpegang pada tanah air mereka. Menurut Naim, jika pemerintahan sebelumnya tidak berhasil, maka tidak akan ada pemerintahan mendatang yang bisa melakukannya.
2. Kebutuhan Rekonstruksi Gaza
Naim menyatakan bahwa Gaza sangat membutuhkan rencana rekonstruksi menyeluruh setelah mengalami kerusakan sistematis akibat agresi selama 15 bulan. Namun, masalah rekonstruksi tidak dapat diselesaikan selama pendudukan zionis dan pengepungan yang telah berlangsung lebih dari 17 tahun, yang didukung oleh Amerika Serikat.
3. Tindakan Mendesak di Tingkat Regional dan Internasional
Hamas mendesak adanya tindakan mendesak dari komunitas internasional untuk menghentikan rencana jahat yang dapat mengganggu stabilitas keamanan di kawasan dan lebih luas lagi. Naim menekankan bahwa setiap upaya untuk melaksanakan rencana tersebut akan berpotensi menciptakan ketidakamanan.
4. Penegakan Kesepakatan Gencatan Senjata
Naim juga menegaskan perlunya para mediator, khususnya Amerika Serikat, untuk menegakkan kesepakatan gencatan senjata yang telah disepakati tanpa penundaan atau manipulasi. Ia menambahkan bahwa Hamas berkomitmen untuk melaksanakan kesepakatan tersebut selama pihak pendudukan juga mematuhi perjanjian. Setiap manipulasi dalam pelaksanaan kesepakatan dapat menyebabkan kesepakatan tersebut runtuh.
Pernyataan Naim mencerminkan kekhawatiran mendalam tentang situasi di Gaza dan menekankan perlunya dukungan internasional untuk rakyat Palestina dalam menghadapi tantangan yang ada.
Hamas Gaza Presiden AS Basem Naim etnis pembersihan