Perang yang berlangsung di Gaza telah menyebabkan lebih dari 9.000 orang hilang, menurut laporan yang dirilis oleh Wall Street Journal. Laporan ini mengutip pernyataan dari International Committee of the Red Cross atau Komite Internasional Palang Merah.
Sementara itu, pasukan Israel dilaporkan telah memaksa sekitar 3.420 keluarga untuk meninggalkan kamp pengungsi Jenin dengan ancaman senjata. Hal ini dinyatakan oleh Pemerintah Jenin yang dilaporkan oleh Al Jazeera Arabic.
Perwakilan Hamas, Hazem Qassem, mengungkapkan bahwa Israel sedang menghalangi masuknya bantuan kemanusiaan yang sangat dibutuhkan, seperti tenda, gas, dan peralatan berat untuk membersihkan puing-puing. Hal ini terjadi meskipun ada kesepakatan gencatan senjata.
Di wilayah Tepi Barat yang diduduki, setidaknya 380 warga Palestina telah ditahan sejak kesepakatan gencatan senjata antara Gaza dan Israel diberlakukan, menurut Palestinian Prisoners' Society (PPS).
Menjelang kunjungan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu ke Gedung Putih, Human Rights Watch mendorong pemerintah AS untuk menghentikan dukungan militer kepada Israel. Sementara itu, Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa orang Palestina tidak memiliki pilihan lain selain meninggalkan Gaza. Ia juga berharap negara tetangga seperti Yordania dan Mesir dapat menerima pengungsi Palestina yang terpaksa meninggalkan rumah mereka.
Seorang pejabat senior Hamas mengkritik pernyataan Trump tersebut sebagai "resep untuk menciptakan kekacauan" di wilayah itu setelah Trump mengatakan bahwa orang Palestina tinggal di Gaza karena "mereka tidak memiliki alternatif lain".
Situasi di kawasan ini semakin rumit dengan berbagai pernyataan dan tindakan yang saling bertentangan, menambah ketegangan yang sudah ada. Pengamat internasional terus memantau perkembangan ini dengan harapan akan ada solusi damai yang dapat mengakhiri konflik yang berkepanjangan ini.
Gaza Israel Palestina perang bantuan kemanusiaan