Lebih dari 600 siswa di Sekolah Al Kindi, sebuah sekolah swasta Muslim di pinggiran kota Lyon, Prancis, menghadapi risiko tidak dapat kembali ke sekolah pada tahun ajaran yang akan datang. Pada 10 Januari, pemerintah setempat memutuskan untuk menghentikan kontrak asosiasi dengan sekolah ini, yang telah berdiri sejak tahun 2007. Keputusan ini juga diikuti dengan pencabutan subsidi publik sebesar 1,5 juta euro, yang selama ini digunakan untuk membiayai biaya pendidikan dan gaji sekitar 30 guru.
Prefek Fabienne Buccio menyatakan bahwa keputusan ini diambil berdasarkan laporan inspeksi dewan sekolah yang menuduh Al Kindi melakukan serangkaian "kegagalan" dalam aspek pedagogis dan administratif. Selain itu, laporan tersebut juga menyebutkan adanya "serangan terhadap nilai-nilai Republik".
Para peneliti berpendapat bahwa penghentian kontrak dengan Al Kindi merupakan bagian dari "kebijakan kecurigaan" terhadap Islam. Mereka memperingatkan bahwa langkah-langkah semacam ini bisa meningkatkan jumlah lembaga pendidikan rahasia yang tidak terdaftar.
Untuk menghindari penutupan, manajemen Sekolah Al Kindi telah meluncurkan kampanye penggalangan dana online. Hingga saat ini, kampanye tersebut telah berhasil mengumpulkan lebih dari 255.000 euro.
Keputusan ini menimbulkan kekhawatiran di kalangan orang tua siswa dan masyarakat, karena pendidikan merupakan hak dasar setiap anak. Siswa dan orang tua berharap adanya solusi agar sekolah tetap dapat beroperasi dan memberikan pendidikan yang baik bagi anak-anak mereka.
Al Kindi sekolah Lyon siswa pendidikan kontrak