Ribuan orang berkumpul pada hari Jumat, 31 Januari 2025, di dekat perlintasan Rafah, yang merupakan satu-satunya jalur yang menghubungkan Mesir dengan Jalur Gaza. Mereka datang untuk menyuarakan penolakan terhadap rencana relokasi warga Palestina.
Dalam unjuk rasa tersebut, para pengunjuk rasa melambaikan bendera Mesir dan Palestina. Mereka juga membawa poster yang bertuliskan "tidak untuk relokasi". Suasana di lokasi sangat semarak dengan teriakan yel-yel yang menegaskan penolakan mereka terhadap ide merelokasi warga Palestina dari tanah air mereka.
Di antara para pengunjuk rasa terdapat tokoh-tokoh politik dari parlemen Mesir. Mereka ikut menyuarakan pendapat bahwa merelokasi warga Palestina ke negara lain seperti Mesir dan Yordania tidaklah adil.
Sebelumnya, pada hari Rabu, 29 Januari 2025, Presiden Mesir, Abdel-Fattah al-Sisi, juga menyatakan bahwa rencana relokasi warga Palestina adalah tindakan yang "tidak adil". Presiden al-Sisi menegaskan bahwa Mesir tidak akan berpartisipasi dalam relokasi ini.
Aksi ini menunjukkan solidaritas warga Mesir terhadap rakyat Palestina, yang sering kali menghadapi tantangan dan kesulitan dalam mempertahankan tanah mereka. Pengunjuk rasa berharap suara mereka dapat didengar dan bahwa warga Palestina dapat tetap tinggal di tanah mereka tanpa adanya tekanan untuk pindah.
Relokasi warga Palestina menjadi tema yang sensitif dan kontroversial, terutama di kawasan Timur Tengah, di mana banyak orang memiliki pandangan yang beragam mengenai isu ini. Unjuk rasa ini mencerminkan perasaan kuat dari banyak warga Mesir yang berdiri bersama rakyat Palestina dalam perjuangan mereka.
relokasi warga Palestina Mesir Yordania Gaza