Breaking News
    Tidak Ada Level Aman Minum Alkohol untuk Jaga Kesehatan Otak     Labour Partai Akan Suarakan Deklarasi Genosida Israel di Gaza     Ubah Pola Pikir, Ubah Nasib: Kunci Menuju Kehidupan Lebih Baik     Mensesneg Prasetyo Cari Solusi Setelah Kartu Identitas Wartawan Dicabut    

Mengungkap Karakteristik Kepribadian 'As If'

Pernahkah kamu merasa hidupmu hanya sekedar bertahan dan bukan benar-benar hidup? Dalam sebuah pemikiran yang menarik, Sergio Benvenuto, seorang psikolog, menggambarkan kepribadian yang disebut sebagai "as if". Kepribadian ini adalah mereka yang tidak setia pada keinginan diri sendiri dan sering kali tidak mengetahui apa yang sebenarnya mereka inginkan.

Menurut Benvenuto, individu dengan kepribadian ini cenderung mengikuti arus. Mereka memilih jalan yang paling mudah dan menghindari tantangan. Misalnya, ketika mereka masih anak-anak, mereka sering melakukan apa yang disarankan oleh orang tua, seperti memilih olahraga atau alat musik, bukan sesuai dengan apa yang mereka sukai. Ketika memilih jalur pendidikan, mereka lebih memilih jurusan yang dianggap praktis dan mudah, bukan yang mereka cintai.

Dalam kehidupan cinta, orang dengan kepribadian "as if" ini lebih sering dipilih oleh pasangan, daripada mereka yang memilih pasangan tersebut. Mereka merasa lebih aman jika orang lain yang memilih mereka, karena itu menghindarkan mereka dari rasa sakit penolakan. Keputusan-keputusan yang mereka ambil cenderung berorientasi pada kenyamanan, bukan pada keinginan pribadi.

Benvenuto menjelaskan bahwa orang-orang dengan kepribadian ini sering kali tidak ingin terlibat dalam konflik, baik dengan pasangan, anak-anak, maupun keluarga dekat. Ketika ada perasaan marah atau kesal, mereka lebih memilih untuk menghindar daripada menyelesaikan masalah dengan berbicara.

Lebih jauh lagi, mereka cenderung tidak peduli dengan pekerjaan yang mereka lakukan. Yang terpenting bagi mereka adalah memiliki pekerjaan, meskipun pekerjaan tersebut tidak mereka sukai. Mereka lebih fokus pada usaha untuk menyenangkan orang lain dibandingkan mengejar kebahagiaan dan kepuasan diri sendiri.

Namun, ada kalanya individu dengan kepribadian "as if" ini mulai menyadari bahwa hidup mereka tidak benar-benar bermakna. Pada titik tertentu, mereka menyadari bahwa mereka hanya bertahan hidup, bukan hidup dengan penuh arti. Kesadaran ini dapat menjadi dorongan bagi mereka untuk mencari perubahan dalam hidup mereka.

Kepribadian "as if" membawa pesan penting bagi kita semua. Penting untuk mengenali keinginan dan kebutuhan diri sendiri, serta tidak hanya mengikuti arus atau keputusan orang lain. Dengan memahami diri sendiri, kita bisa menjalani hidup dengan lebih bermakna dan penuh dengan kebahagiaan.

library_books Drjasonchilds