Hamas telah membebaskan tiga sandera Israel sebagai bagian dari kesepakatan gencatan senjata yang dimulai pada 19 Januari. Pembebasan ini terjadi di tengah situasi yang tegang antara Israel dan Hamas.
Salah satu sandera yang dibebaskan adalah Yarden Bibas, seorang pria berusia 34 tahun. Dia adalah ayah dari dua anak yang menjadi sandera termuda yang diambil oleh Hamas pada 7 Oktober 2023. Yarden dibebaskan di kota Khan Younis, yang terletak di selatan Gaza. Namun, kabar buruknya adalah istri Yarden, Shiri, yang berusia 33 tahun, dan kedua putranya, Ariel yang berusia lima tahun dan Kfir yang berusia dua tahun, masih belum dibebaskan. Militer Israel menyatakan bahwa mereka "sangat khawatir" tentang keselamatan keluarga Bibas.
Selain Yarden, dua sandera lainnya yang dibebaskan adalah Ofer Kalderon, 53 tahun, seorang warga negara Perancis-Israel, yang juga dibebaskan di Khan Younis. Lalu, ada Keith Seigel, 65 tahun, seorang warga negara AS-Israel, yang dibebaskan dalam sebuah upacara terpisah di Kota Gaza.
Sebagai imbalan, Israel berjanji akan membebaskan lebih dari 180 warga Palestina yang selama ini ditahan di penjara Israel. Kesepakatan ini diharapkan dapat mengurangi ketegangan antara kedua belah pihak dan menciptakan suasana yang lebih damai.
Gencatan senjata ini juga memberikan harapan baru bagi keluarga-keluarga yang terpisah akibat konflik ini. Masyarakat internasional terus memantau perkembangan situasi di Gaza dan Israel dengan harapan bahwa kedamaian dapat segera terwujud.
Hamas sandera Israel gencatan senjata Khan Younis Gaza