PT PAL Indonesia menggelar acara Fire Briefing & Awareness Manajemen Risiko pada hari Jumat, 31 Januari 2025. Acara ini bertujuan untuk memperkuat tata kelola perusahaan yang baik di tengah dinamika industri yang terus berubah.
Acara ini dihadiri oleh Komisaris Independen PT PAL Indonesia, Cut Meutia Adrina, serta CFHRO PT PAL Indonesia, Pramusti Indrascaryo. Selain itu, terdapat juga anggota Dewan Komite Manajemen Risiko, Kepala Divisi Manajemen Risiko, dan para Risk Officer dari setiap divisi perusahaan.
Dalam forum tersebut, PT PAL Indonesia menegaskan pentingnya pengelolaan risiko yang efektif sebagai fondasi utama dalam menghadapi tantangan di industri maritim yang semakin dinamis. Manajemen Risiko tidak hanya bertujuan untuk melindungi perusahaan dari berbagai risiko, tetapi juga membuka peluang baru untuk pertumbuhan dan perkembangan.
PT PAL Indonesia menerapkan standar ISO 31000 dalam manajemen risiko, yang merupakan pedoman internasional untuk membantu organisasi dalam mengelola risiko secara sistematis dan berkelanjutan. Dengan pendekatan ini, perusahaan tidak hanya fokus pada mitigasi risiko, tetapi juga berupaya membangun budaya sadar risiko di semua lini organisasi.
Melalui kolaborasi dan komitmen bersama, PT PAL Indonesia memastikan bahwa setiap keputusan strategis yang diambil sudah mempertimbangkan aspek risiko secara menyeluruh. Hal ini bertujuan untuk menciptakan operasional yang lebih andal dan berdaya saing global. Dengan langkah ini, PT PAL Indonesia berharap dapat terus beradaptasi dan berkembang dalam menghadapi tantangan masa depan di industri maritim.
PT PAL Indonesia manajemen risiko tata kelola industri maritim