DeepSeek, sebuah aplikasi yang telah menarik perhatian di seluruh dunia, kini menjadi yang teratas dalam jumlah unduhan di App Store dan Google Play. Hal ini menunjukkan popularitas aplikasi tersebut di kalangan pengguna. Namun, di balik kesuksesan ini, muncul berbagai kekhawatiran dari beberapa pihak, terutama perusahaan-perusahaan yang berhubungan dengan pemerintah.
Salah satu penyedia cloud besar di Amerika Serikat, Microsoft, telah mulai menawarkan DeepSeek di platformnya. Meskipun demikian, banyak perusahaan keamanan siber seperti Armis dan Netskope merasa khawatir terhadap potensi risiko yang mungkin muncul dari penggunaan aplikasi ini.
Menurut laporan dari Bloomberg, Nadir Izrael, CTO Armis, mengatakan, "Kekhawatiran terbesar adalah potensi kebocoran data model AI ke pemerintah China." Pernyataan ini mencerminkan kekhawatiran yang meluas di kalangan perusahaan yang berfokus pada keamanan data.
Bloomberg Law juga melaporkan bahwa firma hukum yang berbasis di San Francisco, Fox Rothschild, telah memutuskan untuk memblokir DeepSeek. Kebijakan privasi yang diterapkan oleh DeepSeek menjadi salah satu alasan utama kekhawatiran ini. Perusahaan tersebut menyimpan semua data pengguna di China, di mana undang-undang setempat mewajibkan perusahaan untuk berbagi data dengan badan intelijen jika diminta.
Selain perusahaan teknologi, Pentagon juga telah mengambil langkah untuk memblokir DeepSeek. Angkatan Laut AS bahkan telah melarang penggunaan aplikasi ini sejak pekan lalu. Tindakan ini menunjukkan betapa seriusnya kekhawatiran yang ada terkait dengan aplikasi ini.
Dengan banyaknya penolakan yang datang dari berbagai pihak, masa depan DeepSeek di pasar aplikasi masih belum jelas. Apakah aplikasi ini akan mampu mengatasi masalah-masalah yang ada dan tetap mempertahankan popularitasnya? Hanya waktu yang akan menjawab.
DeepSeek menghadapi tantangan besar seiring dengan meningkatnya kesadaran akan pentingnya privasi data. Dengan berbagai langkah yang diambil oleh perusahaan dan pemerintah, publik diharapkan dapat lebih berhati-hati dalam menggunakan aplikasi ini.
DeepSeek aplikasi kebocoran data pemerintah AS