Breaking News
    Tidak Ada Level Aman Minum Alkohol untuk Jaga Kesehatan Otak     Labour Partai Akan Suarakan Deklarasi Genosida Israel di Gaza     Ubah Pola Pikir, Ubah Nasib: Kunci Menuju Kehidupan Lebih Baik     Mensesneg Prasetyo Cari Solusi Setelah Kartu Identitas Wartawan Dicabut    

Progres Pembangunan Monumen Reog Capai 92 Persen, Selesai Maret 2025

Pembangunan bangunan utama Monumen Reog dan Museum Peradaban (MRMP) telah mencapai kemajuan signifikan, yaitu 92 persen. Proyek ini ditargetkan selesai pada Maret 2025.

Pada Selasa, 28 Januari 2025, Kang Bupati Sugiri Sancoko mengadakan pertemuan dengan Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Susiwijono Moegiarso, anggota DPR RI Ali Mufti, dan jajaran perangkat daerah. Pertemuan ini bertujuan untuk membahas percepatan penyelesaian proyek dan pengembangan MRMP menjadi kawasan wisata yang utuh.

"Kita diskusi teknis semua kita bahas, termasuk pembiayaan, kita dorong terus, karena pembangunan akan berlanjut. Setelah bangunan utama selesai, kita juga akan membahas sarana pendukung dan ekosistem wisata yang akan dibangun," kata Susiwijono Moegiarso saat meninjau lokasi proyek.

Tidak hanya fokus pada pembangunan fisik, pemerintah daerah juga mempersiapkan operasional dan program-program pengembangan wisata dengan matang. Susiwijono menyebutkan bahwa mereka telah berkeliling ke berbagai kementerian untuk mendapatkan pendampingan dari pemerintah pusat.

"Kami memastikan bahwa selain pembangunan fisik, aspek operasional dan program pendampingan juga mendapat perhatian. Ini penting agar monumen ini bisa berfungsi secara maksimal," tambahnya.

Selain itu, Pemkab juga sedang menyelesaikan penyesuaian dokumen teknis seperti studi kelayakan dan master plan proyek. Penyesuaian ini bertujuan agar proyek dapat berjalan sesuai dengan kebutuhan terbaru.

"Dokumen teknis ini juga kami siapkan untuk pihak-pihak yang ingin mengetahui detail proyek, termasuk calon investor dari dalam maupun luar negeri," jelasnya.

Kang Bupati Sugiri Sancoko juga mengungkapkan bahwa mereka mulai menyiapkan isi museum peradaban. Isi museum tidak hanya akan mencakup benda dan dokumen, tetapi juga kemasan narasi peradaban yang menarik untuk anak muda.

"Kita tatahkan peradaban dari semua aspek, seperti ekonomi, pertanian, pendidikan, dan budaya. Kita ingin membuatnya menarik, misalnya dengan bantuan digital, agar kita tidak gagal dalam literasi," tuturnya.

Dengan progres yang baik dan perhatian yang serius dari pemerintah, diharapkan Monumen Reog dan Museum Peradaban akan menjadi salah satu destinasi wisata penting di daerah ini.

library_books Prokopim Ponorogo