Penelitian terbaru dari ilmuwan Jerman menunjukkan harapan baru dalam dunia medis. Mereka menemukan cara untuk memperbaiki organ yang sakit dengan menggunakan jaringan buatan, yang sebelumnya hanya dianggap sebagai imajinasi dalam film-film sains fiksi. Penelitian ini dipublikasikan dalam jurnal ilmiah terkemuka, Nature.
Yang menarik dari penelitian ini adalah penggunaan "jantung plaster". Jantung plaster ini terbuat dari sel-sel yang dibudidayakan di laboratorium. Sel-sel tersebut berasal dari jenis sel punca yang disebut sel punca pluripoten yang diinduksi, atau lebih dikenal dengan nama iPS. Sel-sel ini tidak ditemukan secara alami di dalam tubuh manusia, tetapi dapat dibuat melalui teknik rekayasa genetik.
Para peneliti dari Göttingen, Jerman, mengubah sel tubuh biasa menjadi sel iPS yang sangat mirip dengan sel punca alami. Dari sel iPS ini, mereka berhasil menghasilkan sel otot jantung.
Dalam studi yang diterbitkan di Nature, tim peneliti mempresentasikan hasil dari percobaan yang dilakukan pada hewan sebelum melanjutkan ke uji coba pada manusia. Hasil percobaan menunjukkan bahwa sel-sel yang dibudidayakan tersebut dapat menyatu dengan jaringan jantung dan membantu jantung berfungsi dengan lebih baik.
Salah satu pasien yang menerima transplantasi jantung plaster menjalani pemeriksaan setelah beberapa bulan. Pasien itu kemudian menerima jantung baru melalui transplantasi, sehingga jantung yang telah diperbaiki dapat diteliti. Hasilnya menunjukkan bahwa jaringan otot jantung buatan tersebut berhasil menyatu dengan jantung asli pasien.
Namun, penting untuk dicatat bahwa jantung plaster ini belum dapat digunakan sebagai terapi yang resmi. Penelitian ini masih berada pada tahap awal yang disebut "proof-of-concept". Menurut Frank Edenhofer, seorang peneliti sel punca dari Universitas Innsbruck yang juga terlibat dalam penelitian jaringan buatan, ini adalah langkah besar dalam bidang medis regeneratif, yang dapat membuka jalan bagi pengobatan yang lebih efektif di masa depan.
Dengan hasil yang menjanjikan ini, banyak orang berharap bahwa teknologi ini bisa membantu pasien yang menderita penyakit jantung dan memperbaiki kualitas hidup mereka.
jantung jaringan buatan penelitian kesehatan stem cell