Mulai hari ini, Amerika Serikat (AS) memberlakukan tarif khusus pada barang-barang yang diimpor dari China, Meksiko, dan Kanada. Kebijakan ini diungkapkan oleh Presiden AS, Donald Trump, yang mengatakan bahwa negara tersebut mengalami defisit perdagangan sebesar 200 miliar dolar dengan Kanada. "Mereka telah memperlakukan kami dengan sangat tidak adil. Kenapa kami harus mensubsidi Kanada?" ujar Trump.
Namun, Trump memberikan pengecualian untuk impor minyak dan gas dari Kanada dan Meksiko. Mengingat harga bensin di AS, tarif untuk minyak dan gas baru akan berlaku mulai 18 Februari dengan tarif sebesar 10 persen.
Sementara itu, untuk barang-barang yang diimpor dari China, tarif khusus sebesar 10 persen sudah mulai berlaku hari ini. Ketika ditanya oleh seorang jurnalis apakah barang-barang dari Uni Eropa juga akan terkena dampak, Trump menjawab, "Tentu saja! Uni Eropa telah memperlakukan kami dengan sangat buruk."
Para pakar ekonomi di AS memperingatkan bahwa kebijakan ini dapat memicu perang dagang yang lebih besar. Mereka memperkirakan bahwa biaya hidup bagi rata-rata keluarga di AS bisa meningkat hingga 800 dolar per tahun. Selain itu, tarif pada minyak dan gas dapat menyebabkan harga bensin meningkat hingga 20 sen per liter.
Walaupun ada peringatan ini, Trump tetap optimis. "Mungkin akan ada sedikit gangguan dalam waktu dekat," katanya. "Tapi dalam jangka panjang, tarif ini akan membuat kami menjadi sangat kaya dan kuat."
AS tarif khusus barang China Meksiko Kanada