Ribuan orang Palestina berkumpul untuk menyambut mantan tahanan yang baru dibebaskan di Tepi Barat, namun di balik kebahagiaan itu tersimpan cerita sedih tentang penderitaan yang mereka alami selama di penjara.
Sameh al-Shoubaki, seorang mantan tahanan berusia 45 tahun dari kota Qalqilya, mengungkapkan bahwa ia yang dijatuhi hukuman penjara seumur hidup tidak diperbolehkan berkomunikasi dengan dunia luar. Sebelum ditangkap pada tahun 2003, ia telah dikejar oleh pasukan Israel selama berbulan-bulan dan selamat dari beberapa upaya pembunuhan. Selama masa penahanannya, ia juga mengalami isolasi dengan dikurung sendirian.
Saeed Comboz, yang menjalani hukuman penjara selama sembilan tahun, berbagi bahwa meskipun mengalami perlakuan buruk dari penjaga penjara menjelang pembebasannya, tingkat kebahagiaannya tidak bisa dijelaskan. "Saya tidak menyangka bisa merasakan kebahagiaan ini... Terima kasih Tuhan atas segalanya," katanya dengan senyum lebar. Ia juga menambahkan bahwa momen terakhir di bawah penjajahan Israel di penjara sangat sulit, tetapi ia bersyukur karena semua itu telah berakhir.
Ayah Comboz yang merasa sangat bahagia dengan pembebasan putranya mengungkapkan bahwa ia belum melihat putranya selama tujuh tahun, dan komunikasi sepenuhnya terputus selama dua tahun terakhir.
Beberapa mantan tahanan yang dibebaskan pada hari Kamis juga menceritakan pengalaman kekerasan dan penghinaan yang mereka hadapi selama di penjara. Kesaksian ini sejalan dengan puluhan laporan yang telah diberikan kepada media sejak dimulainya konflik.
Pada awal Agustus, kelompok hak asasi manusia Israel, B'Tselem, menuduh otoritas Israel secara sistematis menyalahgunakan warga Palestina di kamp penyiksaan, dengan melakukan kekerasan yang berat dan penyerangan seksual. Laporan yang berjudul “Welcome to Hell” ini didasarkan pada 55 kesaksian dari mantan tahanan dari Jalur Gaza, Tepi Barat yang diduduki, Yerusalem Timur, dan warga Israel, di mana sebagian besar di antara mereka ditahan tanpa proses pengadilan.
Kisah-kisah dari mantan tahanan ini tidak hanya menggambarkan kebahagiaan saat bebas, tetapi juga mengingatkan kita akan penderitaan yang mereka alami selama berada di balik jeruji besi.
tahanan kebebasan Israel Palestina penjara kekerasan