Jakarta, 30 Januari 2025 – Menteri Pertahanan Republik Indonesia, Sjafrie Sjamsoeddin, menerima kunjungan Duta Besar Inggris untuk Indonesia, Timor Leste, dan ASEAN, H.E. Mr. Dominic Jermey CVO OBE, di Kementerian Pertahanan (Kemhan) Jakarta. Pertemuan ini berlangsung dalam suasana yang hangat dan penuh semangat untuk membahas berbagai aspek kerja sama antara kedua negara.
Dalam pertemuan tersebut, Menhan Sjafrie dan Dubes Dominic membicarakan berbagai topik penting. Hal ini termasuk kerjasama di bidang pertahanan, keamanan, ekonomi, dan kelautan. Salah satu poin utama yang dibahas adalah pembaruan nota kesepahaman (MoU) antara Indonesia dan Inggris. Nota kesepahaman ini berfungsi sebagai dasar hukum untuk berbagai kerjasama yang akan dilakukan oleh kedua negara.
"Kami juga mendiskusikan pengadaan alat utama sistem senjata (alutsista) dan dukungan terhadap kedaulatan maritim Indonesia," ungkap Menhan Sjafrie. Hal ini menunjukkan komitmen kedua negara untuk saling mendukung dalam meningkatkan keamanan dan pertahanan, terutama di wilayah laut yang sangat strategis.
Kunjungan ini sejalan dengan hasil pertemuan antara Presiden Indonesia, Prabowo Subianto, dan Perdana Menteri Inggris. Pada pertemuan tersebut, kedua pemimpin sepakat untuk menindaklanjuti kerjasama ini melalui pertemuan Two Stars Meeting 2025 dan juga pertemuan 2+2 yang bertujuan untuk memperkuat sinergi bilateral.
Menhan Sjafrie juga menyampaikan apresiasi atas kunjungan Dubes Dominic ke Kemhan. "Saya berharap pertemuan ini dapat memperkokoh kemitraan bilateral antara Indonesia dan Inggris, serta membuka peluang kolaborasi strategis di masa depan," ujarnya. Komitmen dan kerjasama yang terjalin diharapkan dapat memberikan manfaat bagi kedua negara, terutama dalam menghadapi tantangan global yang semakin kompleks.
Kunjungan ini merupakan langkah positif dalam mempererat hubungan antara Indonesia dan Inggris, yang telah terjalin selama 75 tahun. Kedua negara diharapkan dapat terus bekerja sama dalam berbagai bidang demi kepentingan bersama.
Menhan Dubes Inggris kerja sama pertahanan keamanan