Saham PT Raharja Energi Cepu Tbk Jatuh ke ARB
JAKARTA, 30 Januari 2025 - Saham PT Raharja Energi Cepu Tbk (RATU) mengalami penurunan drastis hingga mencapai auto rejection bawah (ARB) pada hari Kamis setelah sebelumnya mencatatkan banyak auto rejection atas (ARA). Ini adalah perkembangan yang signifikan bagi perusahaan dan para investor.
Saat ini, saham RATU berada dalam papan pemantauan khusus di Bursa Efek Indonesia (BEI) dan dikenakan mekanisme full call auction (FCA). Mekanisme ini diterapkan untuk mengatur perdagangan saham yang mengalami fluktuasi yang tidak biasa.
Menurut data yang dirilis oleh BEI, pada pukul 10.13 WIB, saham RATU merosot sebanyak 10,00 persen, tepatnya 9,79 persen hingga batas ARB untuk saham FCA, sehingga harganya turun ke level Rp6.450 per saham. Nilai transaksi saham ini tercatat mencapai Rp73,09 miliar.
Sebelumnya, saham RATU mengalami kenaikan dengan ARA sebesar 10 persen selama tiga hari berturut-turut, setelah masuk dalam papan pemantauan khusus pada Rabu, 22 Januari 2025.
Berdasarkan peraturan bursa, saham RATU mendapatkan notasi 10 di papan pemantauan khusus. Hal ini disebabkan oleh penghentian sementara perdagangan efek yang terjadi selama lebih dari satu hari bursa akibat aktivitas perdagangan yang tinggi.
Perlu diketahui, saham RATU merupakan anak usaha dari PT Rukun Raharja Tbk (RAJA) dan telah menunjukkan performa yang sangat baik sejak debutnya pada 8 Januari 2024, dengan lonjakan harga mencapai 460,87 persen atau lebih dikenal dengan istilah multibagger karena kenaikannya yang melebihi 100 persen.
Antusiasme investor, terutama dari kalangan ritel, sangat tinggi terhadap Initial Public Offering (IPO) RATU, yang menyebabkan pergerakan sahamnya cukup fluktuatif.
Perkembangan ini menunjukkan betapa dinamis dan tidak terduganya pasar saham, di mana investor perlu selalu memperhatikan berita dan informasi terkini untuk mengambil keputusan yang tepat.
saham Raharja Energi auto rejection Bursa Efek Indonesia