Breaking News
    Tidak Ada Level Aman Minum Alkohol untuk Jaga Kesehatan Otak     Labour Partai Akan Suarakan Deklarasi Genosida Israel di Gaza     Ubah Pola Pikir, Ubah Nasib: Kunci Menuju Kehidupan Lebih Baik     Mensesneg Prasetyo Cari Solusi Setelah Kartu Identitas Wartawan Dicabut    

Reaksi Keras Terhadap Kebijakan Migrationspolitik di Jerman

Jakarta, 30 Januari 2025 - Setelah pemungutan suara di Bundestag yang mendukung lebih banyak penolakan pengungsi di perbatasan, Partai Sosial Demokrat (SPD), Partai Hijau, dan Partai Kiri menunjukkan reaksi yang kuat. Kanselir Jerman, Olaf Scholz dari SPD, menyebut hasil pemungutan suara ini sebagai "tanda buruk bagi parlemen dan Jerman".

Pemungutan suara ini terjadi setelah Partai CDU dan CSU, bersama dengan suara dari Partai AfD dan FDP, mengajukan permohonan untuk kebijakan migrasi yang lebih ketat. Hal ini telah memicu banyak kritik dari pihak oposisi dan masyarakat.

Pemimpin CDU, Friedrich Merz, membela langkahnya setelah pemungutan suara yang dipertentangkan. Menurutnya, mengajukan sebuah usulan tidak berarti bahwa mereka bekerja sama dengan AfD. Merz menekankan, "Tidak ada kerja sama antara Uni dan AfD. Dan AfD bisa merayakan kemenangan mereka jika mau."

Menanggapi situasi tersebut, ratusan orang berkumpul di depan markas besar CDU di Berlin untuk mengungkapkan ketidaksetujuan mereka terhadap keputusan tersebut. Demonstrasi yang diadakan dengan tema "Dinding Pembatas, Bukan Pembakaran" ini diselenggarakan oleh beberapa organisasi, termasuk Amnesty International dan Seebrücke. Menurut laporan polisi, sekitar 650 orang turut serta dalam aksi ini.

Kebijakan baru ini diperkirakan akan meningkatkan ketegangan di Jerman terkait isu imigrasi dan perlindungan pengungsi. Banyak pihak berharap agar pemerintah dapat menemukan solusi yang lebih manusiawi dan adil dalam menangani masalah ini.

library_books Tagesschau