Pemerintahan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengumumkan pembekuan hampir semua pendanaan baru untuk program bantuan luar negeri. Pembekuan ini diumumkan oleh Departemen Luar Negeri AS pada Jumat, 24 Januari. Namun, ada beberapa pengecualian, yaitu untuk Israel dan Mesir.
Pembekuan tersebut juga mencakup pengecualian untuk program makanan darurat. Namun, program kesehatan yang selama ini dianggap penting dan vital untuk menyelamatkan nyawa tidak termasuk dalam pengecualian ini. Menteri Luar Negeri AS, Marco Rubio, mengarahkan para pejabat senior untuk memastikan bahwa tidak ada kewajiban baru yang dibuat untuk bantuan asing, sejauh diizinkan oleh hukum.
Pembekuan ini direncanakan berlangsung selama setidaknya tiga bulan. Dalam waktu 85 hari pertama, Rubio diharapkan akan membuat keputusan apakah akan melanjutkan, mengubah, atau menghentikan program bantuan tersebut.
Meskipun ada pembekuan, Departemen Luar Negeri memberikan keringanan untuk bantuan pangan darurat serta pembiayaan militer asing bagi Israel dan Mesir. Hal ini menunjukkan bahwa meskipun banyak program bantuan yang dibekukan, beberapa negara masih mendapatkan dukungan.
Keputusan ini datang setelah Trump sebelumnya menarik AS dari keanggotaan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) karena dianggap salah menangani persoalan pandemi Covid-19 dan isu kesehatan dunia lainnya. Keputusan ini menuai banyak kritik, tetapi Trump berpendapat bahwa langkah tersebut diperlukan untuk melindungi kepentingan nasional Amerika Serikat.
Dengan langkah ini, pemerintah AS menunjukkan sikap yang lebih ketat terhadap bantuan luar negeri, yang dapat memengaruhi banyak negara yang bergantung pada dukungan tersebut. Ke depan, banyak yang akan mengamati keputusan Rubio dan bagaimana dampaknya terhadap program-program yang ada.
Trump bantuan luar negeri Israel Mesir WHO