Breaking News
    Tidak Ada Level Aman Minum Alkohol untuk Jaga Kesehatan Otak     Labour Partai Akan Suarakan Deklarasi Genosida Israel di Gaza     Ubah Pola Pikir, Ubah Nasib: Kunci Menuju Kehidupan Lebih Baik     Mensesneg Prasetyo Cari Solusi Setelah Kartu Identitas Wartawan Dicabut    

AS Bekukan Hampir Semua Bantuan Luar Negeri

Amerika Serikat (AS) telah memutuskan untuk membekukan hampir seluruh bantuan luar negeri. Keputusan ini diumumkan oleh Menteri Luar Negeri AS yang baru, Marco Rubio, melalui sebuah surat internal yang diperoleh oleh berita AFP pada hari Jumat.

Dari semua bantuan yang biasanya diberikan, hanya bantuan makanan untuk keadaan darurat dan pendanaan militer untuk Israel dan Mesir yang dikecualikan dari pembekuan ini. Hal ini berarti bahwa bantuan yang biasanya diberikan untuk pembangunan dan bantuan militer, termasuk untuk Ukraina, tidak akan diberikan sampai ada peninjauan lebih lanjut.

Dalam surat tersebut, Rubio menegaskan bahwa tidak akan ada dana baru yang disetujui hingga setiap pengajuan baru atau perpanjangan bantuan diperiksa dan disetujui sesuai dengan agenda Presiden Trump. Surat tersebut juga menyebutkan bahwa akan ada pemeriksaan internal terhadap semua bantuan luar negeri yang berlangsung selama 85 hari.

Pembekuan ini mencakup berbagai jenis bantuan, dari bantuan pembangunan hingga bantuan militer. Ini mengubah cara pemerintah AS memberikan bantuan kepada negara lain, terutama negara yang mungkin bergantung pada bantuan tersebut.

Meskipun demikian, bantuan militer untuk Israel dan Mesir akan tetap berjalan. Bantuan makanan darurat yang diberikan oleh AS di negara-negara yang mengalami krisis, seperti Sudan dan Suriah, juga akan terus ada. Ini penting untuk memastikan bahwa orang-orang yang membutuhkan tetap mendapatkan dukungan dalam situasi darurat.

AS telah lama dikenal sebagai negara pemberi bantuan terbesar di dunia. Pada tahun 2023, AS mengeluarkan lebih dari 64 miliar dolar untuk bantuan pembangunan luar negeri, menurut laporan dari Organisasi untuk Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi (OECD).

Keputusan ini mungkin akan berdampak besar pada banyak negara yang bergantung pada bantuan luar negeri dari AS, dan akan menarik untuk melihat bagaimana negara-negara tersebut beradaptasi dengan perubahan ini.

library_books Tagesschau