Pada tanggal 19 Januari 2025, foto menunjukkan polisi yang dikerahkan di dekat Pengadilan Distrik Barat Seoul, Korea Selatan. Pengadilan ini mengeluarkan surat perintah penahanan untuk Presiden Yoon Suk-yeol yang telah dipecat, setelah upaya darurat militer yang gagal.
Dengan dikeluarkannya surat perintah ini, masa penahanan Yoon akan diperpanjang hingga 20 hari, termasuk masa penangkapan. Keputusan ini diambil setelah pengadilan menilai bahwa ada bukti yang cukup untuk menahan Yoon.
Setelah persetujuan surat perintah, beberapa pendukung Yoon yang melakukan protes di luar pengadilan mencoba untuk menyerang. Mereka memanjat pagar belakang pengadilan dan melemparkan batu untuk memecahkan jendela. Akibatnya, pihak kepolisian mengerahkan anggotanya dalam jumlah besar untuk membubarkan para demonstran.
Protes ini menunjukkan ketegangan yang meningkat antara pendukung Yoon dan aparat keamanan. Yoon Suk-yeol, yang merupakan presiden yang dipecat, kini menghadapi konsekuensi serius atas tindakan yang dianggap melanggar konstitusi.
Situasi ini menjadi perhatian publik, karena banyak orang khawatir akan dampak dari ketidakstabilan politik di Korea Selatan. Kementerian Dalam Negeri juga mengeluarkan pernyataan bahwa mereka akan terus memantau situasi dan menjaga keamanan di sekitar pengadilan.
Yoon Suk-yeol penahanan Korea Selatan pengadilan protes