Jakarta - Saham PT Raharja Energi Cepu Tbk (RATU) mengalami lonjakan yang luar biasa setelah mencatatkan auto rejection atas (ARA) selama lima hari berturut-turut. Lonjakan ini terjadi setelah saham RATU melakukan debut di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Rabu, 8 Januari 2025.
Pada Selasa, 14 Januari 2025, hingga pukul 10.11 WIB, saham RATU melonjak 24,82 persen menjadi Rp3.470 per saham. Total nilai transaksi mencapai Rp4,16 miliar dengan volume perdagangan mencapai 1,2 juta saham.
Pagi ini, tercatat terdapat antrean beli sebanyak 1,91 juta lot di harga ARA, yang setara dengan Rp664,76 miliar. Hal ini menunjukkan tingginya minat beli dari investor terhadap saham RATU.
Sejak debut, saham RATU telah mengalami kenaikan total sebesar 201,74 persen, menjadikannya sebagai saham multibagger, yaitu saham yang naik lebih dari 100 persen. Saat ini, harga saham RATU juga sudah melampaui harga saham induknya, PT Rukun Raharja Tbk (RAJA), yang saat ini berada di angka Rp3.210 per saham.
Walaupun kapitalisasi pasar (market cap) RAJA masih lebih besar, yaitu Rp13,53 triliun, dibandingkan RATU yang sebesar Rp9,42 triliun, namun antusiasme investor, terutama dari kalangan ritel, terhadap saham RATU sangat tinggi.
Berdasarkan informasi dari Henan Sekuritas dan Sucor Sekuritas, yang merupakan penjamin emisi efek, IPO RATU mengalami kelebihan permintaan (oversubscription) hingga 313,15 kali. Jumlah pemesanan berasal dari 139.899 investor ritel dan 6.291 investor non-ritel.
Henan Sekuritas mencatat, “Ini adalah jumlah oversubscription di atas 300 kali yang kedua kalinya dalam sejarah BEI, setelah PT Daaz Bara Lestari Tbk (DAAZ).”
Saham RATU menunjukkan perkembangan yang sangat menjanjikan, dan menjadi sorotan bagi para investor di pasar saham Indonesia.
saham RATU Bursa Efek Indonesia auto rejection IPO investor