Seorang dokter berusia 52 tahun di Munich, Jerman, kini menghadapi tuduhan serius atas pelecehan seksual terhadap 19 pasien. Kasus ini mencuat setelah laporan dari empat karyawan yang mengaku menyaksikan tindakan tidak senonoh tersebut saat dokter melakukan kolonoskopi antara tahun 2017 hingga 2021.
Tuduhan ini menyatakan bahwa dokter bernama Wolfgang H. melakukan tindakan yang tidak memiliki alasan medis dengan memasukkan jarinya ke dalam vagina beberapa pasien saat mereka sedang dalam keadaan dibius. Menurut hukum Jerman, penetrasi tanpa persetujuan dianggap sebagai pemerkosaan.
Wolfgang H. membantah tuduhan tersebut dan menyatakan bahwa semua tuduhan ini adalah hasil dari konspirasi staf di tempat prakteknya. Ia mengklaim bahwa tuduhan ini muncul setelah terjadi perselisihan dengan dokter lain di tempatnya bekerja.
Salah satu karyawan yang kini menjadi saksi untuk tuntutan hukum mengatakan bahwa ia tidak berani melapor lebih awal karena takut akan dampak profesional. Ia mengungkapkan, "Saya sudah mulai hidup dengan itu," merujuk kepada pengalamannya melihat tindakan pemerkosaan tersebut. Ia juga menambahkan bahwa ia tidak melaporkan insiden ketika salah satu pasien mengeluh merasakan nyeri setelah prosedur karena takut tidak akan dipercaya.
Saksi tersebut percaya bahwa tindakan pemerkosaan ini merupakan bentuk kontrol dan kekuasaan dari Wolfgang H. Ia mengatakan, "Dia adalah dokter, dan dia adalah pasien. Dia yang mengendalikan, saya memiliki kekuasaan atas Anda," seperti yang dikutip oleh surat kabar Jerman.
Kejadian yang membuat saksi melapor terjadi ketika Wolfgang H. meraba bagian tubuhnya saat dalam keadaan mabuk pada acara kantor. Hal ini memicu keberaniannya untuk mendatangi co-owner praktik medis tersebut dan melaporkan tindakan yang dilihatnya.
Pengacara pembela dokter tersebut berpendapat bahwa tuduhan tersebut ditujukan untuk menyingkirkan Wolfgang H. dan mencabut lisensinya. Saat ini, keputusan pengadilan dijadwalkan akan diumumkan pada akhir bulan Januari.
Sesuai dengan Kode Etik Pers Jerman, nama lengkap terdakwa tidak diungkapkan sebelum adanya putusan pengadilan.
dokter Munich pelecehan seksual pasien anestesi